Bulan lalu, angka penjualan mobil Toyota di negeri Bollywood itu turun 35 persen menjadi 10.035 unit dibandingkan tahun lalu.
Salah satu faktor penyebab penurunan ini seperti dilansir The Hindu Business Line adalah faktor mata uang rupee yang terus melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan drastis di mata uang India itu menyebabkan Toyota Kirloskar rentan mengalami fluktuasi mata uang serta meningkatkan biaya produksi. Apalagi mobil-mobil seperti Etios, mesin dieselnya seluruhnya diimpor dari Jepang. Etios rupanya tidak terlalu kuat penjualannya di India.
"Pemerintah pun memberikan peranan dengan meningkatkan bea masuk untuk kendaraan multi guna antara 3-30 persen," ujarnya.
Di India, Toyota memproduksi mobil seperti Innova, Corolla, Etios sedan, Etios Liva hatchback dan Fortuner.
Jika hal itu terus berlangsung, dampaknya jelas, PHK karyawan. Para pekerja di dua pabrik Toyota Kirloskar Bangalore pun banyak yang beristirahat. Melemahnya angka penjualan membuat mereka tidak bisa memproduksi mobil dalam shift harian yang berlangsung selama 8 jam.
Dengan para pekerja kontrak paling rentan mengalami PHK. Selama beberapa bulan terakhir, jumlah pekerja kontrak terus menurun dari 1.200 menjadi 800 orang. Angka itu dikhawatirkan akan bertambah lagi.
"Kami masih mempertahankan karyawan tetap kami, meski kami mengalami kondisi pasar yang sangat berat," ujar Viswanathan.
Yang patut dicatat, Toyota Kirloskar bukan hanya satu-satunya produsen mobil yang mengalami penurunan angka penjualan. Secara keseluruhan, penjualan mobil di India mengalami penurunan 16 persen antara Januari dan Mei tahun ini.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas