Tata Motors Tertarik dengan LCGC

Tata Motors Tertarik dengan LCGC

- detikOto
Kamis, 20 Jun 2013 14:06 WIB
Tata Motors Tertarik dengan LCGC
Biswadev Sangupta
Jakarta - Pabrikan mobil asal India Tata Motors memastikan ikut program mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC). Tata Motors melihat, program LCGC di Indonesia sangat menarik, karena itu Tata Motors akan terjun ke segmen LCGC dan bersaing dengan merek lain.

Kepastian itu disampaikan Presiden Direktir Tata Motors Indonesia (TMI). Biswadev Sengupta kepada detikOto di sela-sela jumpa pers program CSR Tata Motors di Kedutaan Besar India, di Jakarta, Kamis (20/6/2013).

"Kami ikut LCGC, program itu sangat menarik," kata Biswadev.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketertarikan Tata Motors ikut aturan LCGC karena dinilai bisa mengembangkan volume penjualan mobil Tata Motors di Indonesia. Keyakinan itu karena menilai harga yang relatif terjangkau untuk 1 unit LCGC yang dicanangkan pemerintah.

Meski patokan harga LCGC belum resmi keluar, namun Tata Motors sudah melihat potensi di segmen itu. Lalu produk mana yang ikut LCGC?

Ketika ditanya hal itu, Biswadev belum bisa menjawab. Soalnya Tata Motors tengah study produk terlebih dahulu demi kemajuan mobil mobilnya di Indonesia.

Beberapa produk sudah diuji coba jalan namun belum mendapatkan mobil mana yang cocok. Dia juga belum tahu kapan akan memperlihatkan mobil murahnya sebagai pesaing Daihatsu Ayla dan Toyota Agya tersebut.

"Sedang study LCGC. Maih ada masalah di mobil kami, dan kami akan menemukan masalah itu. Study mobil untuk program LCGC itu terus berjalan," tukasnya.

Biswadev menambahkan, Tata Motors memiliki visi dan misi seperti produsen mobil global lainnya. Visi tersebut adalah mendirikan perusahaan mobil terdepan, dan sementara misinya bersaing dan menawarkan produk yang kompetitif untuk masyarakat Indonesia

"Kami akan lama di sini (Indonesia) dan akan menawarkan produk kompetitif," tutupnya.

Tata Inspiraksi

Sementara itu PT Tata Motors Indonesia (TMI) meluncurkan program CSR (Corporate Social Responsibility) bertajuk Inspiraksi dengan tagline 'Hari Tergerak Tangan Bergerak' di Indonesia.

Peluncuran program CRS salah satu bentuk komitmen jangka panjang TMI di Indonesia ini dilakukan di Kedutaan Besar India, Jakarta dan disaksikan oleh Duta Besar India di Indonesia, Gurjit Singh.

Program CRS yang digagas oleh TMI ini untuk memecahkan masalah sosial pendidikan, pemberdayaan, kesehatan, senitasi, transportasi dan lain-lain.

"Program inspiraksi kali ini salah satu bentuk komitmen Tata Motors bagian dari Tata Group di India yang memiliki nilai yang sama di negara manapun untuk anak perusahaan Tata berada. Tata Motors adalah perusahaan otomotif yang menunjang etika, integritas dan kepedulian sosial," kata Biswadev.

TMI menggandeng PT Baramulti Sukses Sarana, mitra dari TMI, dan Dompet Duafa untuk melancarkan program CRS INSPIRAKSI. Pihak terkait lainnya turut terlibat menyukseskan CRS.

"Sejak kami hadir di Indonesia, ini adalah salah satu tanggung jawab kami. Karena itu kami tidak fokus pada penjualan tapi juga melakukan tindakan sosial," pungkasnya.

Ada yang menarik dari program CRS tersebut. Program CSR ini dilakukan lewat facebook Tata Motors Indonesia, dan tidak seperti program CSR lainnya di Indonesia.

Jadi CSR kali pertama TMI ini diharapkan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menuangkan masalah sosial di media sosial Tata Motors.

"Inspiraksi tidak cukup jika kita tidak berkomitmen di Indonesia. Kami melakukan ini di dalam media sosial facebook. Kami mengundang mereka ke media sosial untuk memutuskan apa yang selanjutnya akan dilakukan pada masyarakat. Program ini berbeda dari program CSR lainnya. Kami ingin mendapatkan benefit dari CSR ini," ucapnya.

Deputy Manager Marketing PT Tata Motors Indonesia, Apong Arfiansyah menjelaskan untuk mengikuti program CSR ini, masyarakat diharuskan menyampaikan segala masalah sosial di lingkungan sekitar pada www.facebook.com/tatamotorsID. TMI akan memilih 20 masalah sosial dalam waktu 3 bulan ke depan.

Setelah itu, tim yang terdiri dari Dompet Duafa, Bara Multi dan Tata Motors Indonesia akan memilih 3 masalah sosial yang paling penting. Ketiga masalah sosial tersebut akan menerima bantuan dana sesuai kebutuhan masalah sosial.

"Ada kesamaan kondisi sosial Indonesia dan India. Jadi saya rasa CSR sesuai diterapkan di Indonesia. Berbeda dengan CRS CSR dengan perusahaan lain. Kita lebih mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi terhadap lingkungannya. Objektif kita adalah mengajak. Kami menggunakan platform facebook. Karena jangkauan cukup luas, dan ini satu wadah untuk memberikan input. Tahap awal 3 bulan, dan lanjutkan terus sampai tidak ada batas waktu.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads