Menangapi kondisi ini, pengamat otomotif Suhari Sargo mengatakan tidak segampang yang dipikirkan.
"Belum akan terjadi. Segmentasi pasar (antara mobil bensin dan solar) tidak berubah," yakin Suhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soalnya volume mobil diesel saat ini masih cukup kecil, dan belum tersedia di semua model mobil seperti sedan, hatchback dan mobil city car. Mobil diesel banyak digunakan oleh mobil jenis SUV.
"Salah satu contoh. Mobil diesel saat ini banyak kendaraan jenis SUV kan. Dan tidak semua orang mau ke SUV. Lagi pula SUV diesel itu banyak dipakai di perusahaan, di perkebunan," ujarnya.
Suhari menjelaskan kebijakan tersebut bisa dipastikan hanya akan menurunkan penjualan kedua jenis mobil tersebut, namun itu pun hanya berlaku sementara.
"Segmentasi pasar tidak berubah. Volumenya saja, masing-masing akan turun gara-gara kenaikan harga BBM dan itu pelemahan ekonomis," tandasnya.
Mengutip data dari Society of Indian Automobile Manufacturers (SIAM), pada 2012-2013 penjualan kendaraan diesel meningkat 35%, sementara untuk kendaraan berbahan bakar gasoline turun 15%.
Akibatnya, kebijakan tersebut menjadi tidak tepat sasaran dan pengeluaran anggaran India untuk subsidi untuk bahan bakar terus membengkak. Disamping itu, dari sisi lingkungan hidup, pemakaian bahan bakar diesel yang semakin besar, tingkat polusi juga semakin terasa, terutama di daerah perkotaan.
Kini negara tersebut tengah menghadapi dilema karena di satu sisi tuntutan untuk mengurangi subsidi bahan bakar diesel dan polusi udara terus menguat, di sisi lain industri otomotif dan transportasi negara tersebut sudah sangat tergantung pada bahan bakar diesel.
"Pemerintah jangan membedakan pemberian besaran subsidi untuk solar dan premium. Jangan dibedakan, sama rata saja baik solar maupun premium yakni Rp 6.500 per liter," kata Pengamat Energi, Pri Agung Rakhmanto.
Untuk mengatasi tersebut, pemerintah India mulai menekan subsidi untuk bahan diesel sehingga perbedaan (gap) harga antara gasoline dan solar terus diperkecil.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas