"Saatnya ke mobil BBG. Tapi ada kendala kalau tidak diperkuat sistemnya," kata pengamat otomotif Suhari Sargo kepada detikOto, Selasa (18/6/2013).
Menurut Suhari pemerintah terlebih dahulu harus memperbaiki infrastruktur pengisian bahan bakar gas. Tanpa infrastruktur gas ini, jangan harap mobil BBG bisa berkeliaran di Indonesia sebagai pengganti mobil bensin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, penggunaan mobil bahan bakar gas akan sempurna jika teknologi mobil gas yang dipasarkan di Indonesia sudah sesuai dengan iklim di sini. Soalnya kondisi setiap negara berbeda-beda dan itu yang menyebabkan harus adanya penyesuaian mobil.
Ditambahkan Suhari, kendala mobil BBG tidak berhenti sampai disitu. Masyarakat Indonesia juga harus mengerti tentang teknologi mobil gas. Bukan untuk mengecilkan masyarakat Indonesia.
Soalnya mobil gas itu sangat sensitif dan perlu perlakuan khusus dalam penggunaan dalam sehari-hari.
"Yang lainnya teknologi kendaraan harus disesuaikan dengan iklim di Indonesia serta pemahaan konsumen," imbuhnya.
Jika tiga pokok ini sudah dipenuhi bukan tidak mungkin mudah bagi mobil berbahan bakar gas masuk Indonesia.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?