Populasi mobil matik di negara berkembang memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Setiap negara yang berkembang pasti masyarakatnya memilih menggunakan mobil dengan transmisi otomatis ketimbang manual.
Begitu juga dengan di Indonesia, meski belum sebesar di negara berkembang lainnya, pengendara mobil matik yang di stiker acap kali disebut 'rich men' juga cukup banyak di Indonesia.
Komisaris Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata menuturkan kalau tipikal pengendara mobil matik di Indonesia maupun di negara lain itu yakni orang yang ingin berkendara dengan praktis tidak capek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lanjut Gunadi berkendara mobil matik di Jakarta yang setiap harinya tidak pernah luput dari yang namanya kemacetan itu sangat menyenangkan. Pengendara mobil tidak perlu repot-repot untuk megoper gigi saat macet.
"Kondisi Jakarta yang seperti ini yang bisa menyebabkan orang beralih ke mobil matik ketimbang membeli mobil manual. Ke depannya tren mobil matik juga akan terus meningkat tajam," tuntasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM