Di level pejabat, banyak yang menyetujui kenaikan, faktanya masih banyak masyarakat yang merasa keberatan jika Premium dinaikkan.
Masyarakat menilai kenaikan BBM bersubsidi untuk mobil merupakan bukan langkah yang tepat. Meski ada beberapa masyarakat menilai kenaikan BBM bersubsisi boleh saja asal tidak terlalu signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan pendapat Yorient yang menilai harga BBM saat ini sudah cukup menguras kantong. "Enggak setuju naik, sekarang saja sudah lumayan. Soalnya saat ini saja pengeluaran untuk BBM sudah terasa. Tapi kalau pun naik ya semoga tidak signifikan," ujar Yorient.
Selanjutnya nada miring juga diungkapkan Eva dan Intan, yang menilai masih banyak pemilik kendaraan roda empat menggunakan jasa leasing alias kredit.
"Kita tidak setuju setuju karena Premium kan memang untuk menengah ke bawah, harusnya pemerintah lebih mengawasi penggunaanya secara tepat. Karena masih banyak orang kelas atas meggunakan premium, belum lagi pegawai negeri seperti pegawai BUMN dan lainnya," kata Eva dan Intan.
Namun masyarakat juga ada yang setuju agar pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi.
"Setuju saja, karena anggaran semakin membengkak. Jadi mending dinaikkan saja harga premium," kata Ajiz.
Begitu juga dengan Agung, yang menilai lebih baik harga BBM bersubsidi dinaikkan. "Saya setuju, karena memang harus naik supaya subsidi tepat saran," jawab tegas Agung.
Bagaimana menurut Anda, Otolovers semua?
(lth/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin