Gugatan class action itu diajukan terhadap Ford Motor Company beberapa hari lalu karena mobil-mobil Ford dianggap rentan karena bisa tiba-tiba berlari kencang tanpa diinginkan pengendaranya.
Hal itu mengingatkan kita pada masalah yang beberapa tahun lalu menghinggapi mobil-mobil Toyota. Kasus Toyota yang bermula pada tahun 2009 itu bahkan telah menjadi isu nasional di Amerika.
Ford digugat oleh para konsumen yang menyewa atau membeli kendaraan Ford diproduksi 2002-2010 karena menganggap Ford tidak peka dan gagal menyediakan sistem yang bisa mencegah insiden percepatan yang tidak diinginkan itu.
Meski begitu, juru bicara Ford Kristina Adamski menolak mengomentari litigasi itu. Demikian dilansir New York Times, Senin (1/4/2013).
Gugatan yang dilayangkan ke Ford itu memang tidak mengklaim adanya cedera atau kematian terkait masalah percepatan kendaraan. Hanya saja, para konsumen mereka dibohongi Ford yang mengatakan kendaraan mereka aman.
Ford juga pernah menghadapi Lance R. Belville yang dibantu 13 firma hukum terkait masalah yang sama.
(syu/ddn)










































