BMW menyusul Toyota dan Volvo yang sudah lebih dahulu mengembangkan teknologi ini. Untuk mengembangkan teknologi itu, BMW pun menggandeng Continental untuk bersama-sama melakukan riset selama dua tahun k edepan.
Dikutip dari caradvice, Jumat (1/3/2013) target dari kerja sama ini adalah untuk membuat prototipe teknologi autopilot untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan teknologi ini, BMW mengklaim bahwa pada tahun 2020 kecelakaan akan bisa dihindarkan. Nantinya sebuah kelompok akan dibentuk untuk mencoba kendaraan dengan teknologi autopilot itu untuk keperluat sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertengahan 2011, BMW Group Research and Technology mampu melaju sekitar 170 km dari Munich ke Nuremberg tanpa intervensi pengemudi, dan sejak itu telah melakukan pengujian pada 10.000 km selanjutnya.
Prototipe mobil autopilot BMW menggunakan sejumlah teknologi sensor termasuk radar, ultrasound dan kamera yang bisa melihat 360 derajat. Navigasi teknologi ini juga dibantu oleh program BMW TrackTrainer yang menggabungkan data video, GPS dan teknologi pemetaan digital untuk memilih rute terbaik dan "racing line" untuk perjalanan.
Selain itu, BMW Emergency Stop Assistant dapat mengidentifikasi jika ada keadaan darurat medis di dalam kendaraan untuk kemudian mengaktifkan lampu hazard dan melakukan manuver dengan aman untuk berhenti di sisi jalan, sementara BMW eCall akan melakukan pemanggilan bantuan medis dan otoritas lalu lintas
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi