Bahkan menurut Center for Innovation Opportunities & Development, Prasetiya Mulya Business School, DR. Franky Supriyadi mobil listrik di Indonesia berpeluang untuk membangun industri di tanah air.
"Mobil listrik bisa membangun industri. Dimana didalamnya terdapat Dominant Technology, Penggerak Green Mobilitu, masa depan mobil hijau, model pengembangan mobil hijau," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga Franky menyimpulkan, dengan sendirinya masyarakat yang memilih untuk mengendari kendaraan sesuai kebutuhan mereka.
"Sehingga kita (Indonesia) harus memilih menggunakan mobil ramah lingkungan seperti apa. Pertama, Apakah akan memilih Battery Electric Car, seperti Fixed (habis baterai lalu mengisi kembali) atau Switcable (mengganti baterai seperti nissan Leaf). Kedua, apakah akan memilih kendaraan hibrid Conventional (menyimpan tenaga listrik, kalau habis bisa diganti), atau hibrid Plug-in (dimana tenaga baterainya bisa diisi ulang)," katanya.
"Atau ketiga, memilih Fuel cell car (dimana tenaga hidrogen berubah menjadi tenaga listrik, dan menjadi tenaga penggerak). Mana yang akan dipilih, sehingga seseorang bisa memilih produk yang bisa memenuhi kebutuhan mereka dan kehandalan dari mobil ramah lingkungan itu," tambahnya.
Soalnya momentun berkembangnya mobil ramah lingkungan, masih akan terus berkembang.
"Momentum perkembangan Green Mobility masih akan terus berkembang. Dengan pemicu awal perubahan iklim dan pemanasan global. Dilanjutkan dengan kemunculan mobility operators (pemikiran hanya 30-40 km orang setiap harinya berkendara untuk bekerja), Antusias pasar dan produsen, pembangunan infrastruktur pengisian baterai, dan kerjasama peningkatan teknologi baterai," ujarnya.
"Hal inilah yang membuat mobil listrik bisa menjadi sebuah industri," tutupnya.
(lth/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas