Continental mengatakan hampir tidak ada peluang untuk mendirikan pabrik di tanah air. Padahal Continental serius menggarap pasar ban Indonesia, terbukti dengan meluncurkan ban mobil ukuran rim 13,14 dan 15 inci.
"Sampai sekarang belum ada rencana mendirikan pabrik di Indonesia," kata GM Sales & Marketing PT Continental Sime Tyre Elly Pudjiati kepada wartawan di Batavia Marina, Jakarta Utara akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia produknya baru terbatas di Asia. Yang lainnya masih dimpor dari Malaysia dan Eropa. Penjualan ban premium itu 20-25 ribu per bulan. Bisa di atas itu asal ada yang mengkoordinir data penjualan ban, tapi sayang tidak ada," lanjut Elly yang enggan memberikan data penjualan ban mobil Continental di RI.
Namun untuk mengakali agar penjualan ban Continental naik di Indonesia, pihak Continental akan banyak kerjasama dengan produsen mobil di Indonesia baik itu produsen mobil asal Eropa, Jepang dan Amerika setelah meluncurkan ban segmen bawah untuk membentuk volume pasar.
"Indonesia sangat konsen karena Indonesia pasar yang panas. Kita tidak membatasi diri, hanya saja sampai sekarang tidak ada peluang mendirikan pabrik. Tapi kita sekarang banyak kerja sama dalam bentuk EOM seperti yang sudah berjalan dengan Mercy dan General Motor untuk mobil Aveo. Dan masih ada beberapa, sekarang sedang proses kalau jadi mereka pakai ban kita," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?