Jakarta dalam beberapa tahun mendatang bakal memiliki monorel dan transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT). Gubernur DKI Joko Widodo menilai angkutan tersebut bisa melerai kemacetan di Ibukota.
Lalu bagaimana dengan penjualan mobil di Jakarta dan sekitarnya. Akankah terjadi penurunan akibat orang beralih ke transportasi yang lebih murah.
Menanggapi hal itu, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan mengatakan penjualan mobil di Jakarta dan sekitarnya tidak bakal turun. Pasalnya kendaraan pribadi masih dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny menegaskan dengan adanya MRT dan Monorail tidak akan terlalu berpengaruh terhadap populasi mobil di Jakarta dan sekitarnya.
"Sepanjang sejarah yang saya tahu dari negara-negara maju, mobil tidak akan berkurang. Mobil merupakan gengsi. Selama orang hidup dengan gengsi, tidak mungkin tidak beli mobil," ucapnya.
Namun dia menegaskan dengan adanya angkutan massal tersebut, masyarakat semakin terbantu dalam melakukan aktivitas.
"Ini sesuatu yang baik. Enggak setiap orang bisa beli mobil," pungkasnya.
Walaupun ada gangguan, namun seperti yang dijelaskan Johnny itu tidak berlangsung lama. Hanya 1-2 bulan saja penjualan mobil terganggu. Pasar mobil Indonesia sendiri tahun lalu berhasil menembus angka 1 juta unit, sebuah rekor penjualan mobil tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Penjualan mobil pun diperkirakan masih akan terus meningkat. Di tahun 2013 ini pasar mobil Indonesia diprediksi akan naik antara 5-10 persen.
"Jadi dampaknya tidak ada, kalau ada shock 1-2 bulan. Selama MRT belum proper, selama orang masih hidup dengan gengsi mobil masih ada," tutupnya.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat