Bahkan saking berbahayanya, pemerintah kota Beijing menyarankan 20 juta warganya tidak berpergian dan berada di dalam ruangan atau rumah bila tidak dibutuhkan.
Sebab kualitas udara di Beijing dikatakan sudah masuk dalam tahap sangat mengkhawatirkan dan berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama beberapa tahun ke depan kualitas hidup di Beijing akan menjadi sesuatu yang memiliki dampak pada penghasilan," kata Direktur Regional Hays Plc, Simon Lance seperti detikOto kutip dari In Auto News.
Selain Beijing, pada 1 Februari lalu Shanghai juga mengeluarkan peringatan bagi penduduk mereka untuk tinggal di dalam rumah karena masalah polusi ini.
Beijing dan Shanghai sendiri selama ini memang telah khawatir mengenai pertumbuhan penjualan mobil disana. Untuk menghalau pertumbuhan, kedua kota itu bahkan telah memberlakukan pembatasan pelat nomor untuk kendaraan baru yang mereka keluarkan.
Jumlah kendaraan di China sendiri sudah mencapai angka 240 juta, hampir sama dengan jumlah penduduk Indonesia. Setengah dari jumlah itu adalah mobil pribadi.
Perdana Menteri Wen Jiabao mengatakan dalam pertemuan Dewan Negara bahwa China harus meningkatkan upayanya untuk menghemat energi dan serius berpikir tentang tanggung jawab lingkungan.
Negara ini sendiri bertujuan untuk mengendalikan konsumsi energi sekitar 4,1 miliar ton batubara per tahun pada tahun 2015.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan