Setelah dikembangkan cukup lama, mobil listrik buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya diperkenalkan juga.
Mobil ini langsung mendapat pujian dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.
"Secara fundamental, mobil ini bagus," ujar M Nuh di Gedung Rektorat ITS Jalan Sukolilo, Sabtu (26/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut untuk membuat platform dan membentuk bodi, motor listrik dan baterai hingga menjadi mobil listrik prototipe. Baterai dan motornya masih diimpor dari China.
Dosen ITS, M. Nur Yuniarto sebelumnya menuturkan harga baterai dan motor listriknya mencapai Rp 200 jutaan.
Impor ini memang masih sementara, sampai menunggu mobil listrik diproduksi massal. Namun ketika resmi diproduksi massal, ITS akan mengandalkan motor listrik dan baterai listrik buatan sendiri. Jadi ITS bisa tidak bakal mendatangkan penggerak untuk mobil listrik tersebut.
"Tiba saat produksi massal kita pakai motor dan baterai buatan sendiri," kata Nur.
ITS saat ini tengah mempercepat pengembangan mobil listriknya yang kini masih dalam tahap tes. Paling cepat 3 tahun mendatang. Artinya mobil listrik ITS bisa diterima di masyarakat pada 2016. "Targetnya 2-3 tahun," ucap Nur.
(nrm/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi