Nasib sial memang tengah melanda Fisker, seperti dilansir Reuters, Senin (21/1/2013). Bagaimana tidak, Fisker telah menghentikan produksi mereka dari 6 bulan yang lalu.
Berhentinya produksi Fisker diakibatkan tidak adanya pasokan bateri dari A123, karena mereka telah menyatakan bangkrut.
Hal inlah yang membuat Fisker ingin membuka kerjasama mereka dengan perusahaan asal China, China Grand Automotive Services Co. dan Wanxiang Group. Agar Fisker mendapat pasokan baterai dan bisa melanjutkan produksi mereka. Namun hingga saat ini, belum ada kesepatakan antar kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak berhenti sampai disitu, ujian berat lainnya juga dialami oleh Fisker setelah Departemen Energi AS memblokir akses perusahaan untuk mendapatkan pinjaman USD 529 juta.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi