DRB-Hicom yang menjadi pemilik Proton mengungkapkan kalau dalam lima tahun kedepan mereka berniat untuk bisa memproduksi 500.000 mobil per tahun setelah melihat banyak perkembangan di banyak negara.
"Ke depannya akan semakin menantang dan akan sulit. Persaingan akan lebih keras dan lebih keras, biaya akan lebih tinggi dan itu juga akan terjadi di Proton," kata Managing Director HRB-Hicom Datuk Seri Mohd Khamil Jamil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proton sendiri saat ini telah beroperasi di 55 negara dan berencana untuk terus meningkatkan jumlah ekspor mereka. Australia menjadi pasar potensial bagi mereka.
Namun, Indonesia dikatakannya juga tidak bisa dianggap sebelah mata karena pertumbuhan negara ini terus berkembang.
"Kita tidak bisa membicarakan secara detail rencana kami, tapi kami dapat memberikan sekilas tentang apa yang akan kami lakukan, dan akan ada beberapa model yang kita akan memperkenalkan ke pasar selama lima tahun ke depan," katanya seperti detikOto kutip dari In Auto News.
Untuk Indonesia, Proton akhir tahun lalu juga sudah mengatakan berencana untuk membangun mobil disini dengan menggandeng grup Astra dan Indomobil.
"Rencananya kerja sama dengan PT Gaya Motor (Astra) maupun PT National Assemblers (Indomobil). Kita sudah meninjau kedua pabrik itu. Rencananya (mobil yang diproduksi di Indonesia) Exora. Selain Exora kami juga merakit mobil compact Proton yang baru akan diluncurkan 2014 mendatang," kata Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia (PEI), Gunther Scherz di markas Proton di jalan Sultan Iskandar Muda No. 89, Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2012).
Menurut Gunther, langkah tersebut agar produk Proton bisa bersaing di pasar mobil Indonesia. "Ini salah satu opsi dari Proton agar bisa bersaing," ucapnya.
Gunther menambahkan, selain merakit dan menjual mobil Indonesia, produk Proton yang dirakit di Indonesia juga untuk pasar ekspor ke beberapa negara di ASEAN salah satunya Thailand.
Sampai saat ini, lanjut Gunther, Proton terus melakukan penjajakan dengan pihak terkait. Belum tahu kapan rencana ini berlangsung. Setidaknya rencana CKD di Indonesia membutuhkan waktu sampai 2 tahun ke depan untuk bisa mulai merakit Proton di Indonesia.
"Belum bisa putuskan, bisa 2 tahun lagi, dan kita terus pantau kondisi ini," tutupnya. Mobil Proton yang agak bernuansa Indonesia adalah Proton Exora Star, aksesoris mobil ini berasal dari perusahaan-perusahaan aksesoris di Indonesia, seperti head unit adio, ban, dan aksesoris lainnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi