"Menurut saya mobil listrik di Indonesia itu belum terlalu urgent," ucap 4W Marketing & DND Director PT. Suzuki Indomobil Sales, Davy J.Tuilan di Depok beberapa waktu lalu.
Davy malah menyarankan penggunaan bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan BBM. Davy menilai, masih banyak solusi sebelum melahirkan mobil listrik yang memiliki harga tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga menurut saya buat apa saat ini mobil listrik terlebih dahulu yang didulukan," tambah Davy.
Chief Executive Officer Auto2000, Jodjana Jody menuturkan pabrikan Jepang sebenarnya sudah sejak lama mengembangkan mobil listrik. "Jepang itu sudah mengembangkan mobil listrik sejak 1980-an. Tapi baru bisa dipublikasikan beberapa tahun belakangan saja," ujarnya.
Namun lanjut Jody, alternatif mengembangkan mobil listrik di Indonesia boleh saja dimulai. tapi hanya sekedar mengembangkan dan belum sampai tahap produksi. Untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia saat ini termasuk tidak mungkin.
"Terlalu berangan-angan. Belum saatnya Indonesia memproduksi mobil listrik. Sepertinya mengembangkan saja dulu. Sekarang, infrastrukturnya belum mendukung. Masih banyak hal-hal lainnya," imbuhnya.
Vice President Director Sales dan Marketing PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan sebelumnya mengatakan kalau Nissan sudah memiliki mobil listrik Nissan LEAF yang populer di ranah otomotif global.
Tapi untuk mendatangkan ke Indonesia, Nissan masih pikir-pikir meski mereka sudah mulai memamerkannya di Indonesia International Motor Show tahun lalu.
"Someday era mobil listrik pasti sampai ke Indonesia, tapi kalau sekarang belum," kata Teddy.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Ada Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Catat Rute Alternatifnya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina