Segala cara mereka lakukan untuk meningkatkan penjualan tapi tidak ada hasilnya.
Perselisihan antara China dan Jepang bermula dari perebutan gugusan pulau tidak berbenghuni di Laut China Timur yang diklaim kedua negara. Jepang membeli menguasai pulau itu yang akhirnya menyebabkan rakyat China marah dan memboikot produk Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan Dongfeng Motors yang merupakan perusahaan patungan antara Nissan dan perusahaan China, Dongfeng Motors Group di November hanya mencapai 45.000 unit, turun 25 persen dibanding tahun lalu.
Ini merupakan sesuatu hal yang menyakitkan mengingat pasar China adalah pasar mobil terbesar di dunia yang terus tumbuh. Merek-merek non Jepang seluruhnya menikmati peningkatan penjualan sementara penjualan merek Jepang terus menurun sejak beberapa bulan lalu.
Di bulan November lalu secara total penjualan semua mobil merek Jepang di China bahkan terhitung anjlok hingga 38 persen ke angka 98.900 unit. Ini adalah pertama kalinya sejak 2009 dimana merek Jepang tidak bisa menyentuh angka 100.000 unit di penjualan bulanan.
"Perhatian sebenarnya adalah pola pikir konsumen terhadap merek Jepang," kata Hideki Kimata, senior vice president sales and marketing division passenger vehicle Dongfeng Nissan seraya mengatakan kalau untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat China terhadap merek Jepang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Untuk mengatasi ketakutan masyarakat China untuk membeli mobil merek Jepang, Nissan dilansir Wall Street Journal, bahkan meluncurkan program jaminan keselamatan dimana setiap biaya yang timbul dari kerusakan atau cedera sebagai akibat dari gerakan anti-Jepang akan dibayar oleh Dongfeng Nissan.
Hal itu dilakukan Nissan karena ada ratusan kendaraan Jepang yang dirusak massa dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan itu juga berjanji akan mengganti kendaraan dalam waktu tujuh hari bila didapati adanya cacat mutu meski hal itu diakui tidak akan membuat Nissan mampu mencapai target penjualan 1 juta unit di tahun ini.
Bukan hanya Nissan yang terluka, Toyota dan Mazda pun merasakan dampaknya. Toyota mengalami penurunan sekitar 22,1 persen di bulan November. Di bulan itu Toyota hanya sanggup menjual 63.800 unit saja. Padahal November tahun lalu mereka bisa menjual 81.800 mobil.
Penjualan mobil Mazda di bulan November juga tipis. Di bulan November kemarin angka penjualan mereka hanya mencapai 12.187 unit. Angka itu turun hampir 30 persen dibanding periode yang sama.
Mazda seperti dilansir Reuters, memperkirakan penjualan mobil di kuartal keempat akan turun sampai 40 persen.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?