Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Southern California dan Rumah Sakit Anak Los Angeles menemukan kalau polusi udara memaparkan risiko membuat anak terkena autisme.
Pada penelitian tersebut, para peneliti menemukan kalau ibu hamil yang terpapar polusi udara selama kehamilan ditambah tahun pertama si anak yang juga terpapar polusi udara teryata meningkatkan risiko menderita autisme dua kali lipat lebih tinggi dibanding mereka yang tinggal di daerah yang minim polusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil ini memiliki potensi implikasi yang luas bagi kesehatan masyarakat," kata peneliti Heather Volk yang ikut dalam penelitian ini di situs resmi USC, Rabu (28/11/2012).
"Kita sejak lama sudah tahu kalau polusi udara buruk bagi paru-paru kita dan terutama bagi anak-anak. Kami sekarang mulai memahami bagaimana polusi udara dapat pula mempengaruhi otak," tambahnya.
Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of American Medical Association tersebut awalnya bertujuan untuk meneliti efek bagi warga yang tinggal dekat jalan raya.
"Kami memperhitungkan seberapa jauh orang hidup dari jalan, meteorologi seperti ke arah mana angin bertiup, seberapa sibuk jalan itu dan faktor lainnya untuk mempelajari hal-hal terkait polusi lalu lintas," katanya.
"Kami juga memeriksa data dari monitor kualitas udara, yang mengukur polusi di atas wilayah yang lebih besar yang bisa datang dari lalu lintas, industri, atau sumber lainnya," papar Volk lagi.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?