Usai Badai Sandy, Warga AS Rebutan Mobil

Usai Badai Sandy, Warga AS Rebutan Mobil

- detikOto
Rabu, 21 Nov 2012 11:42 WIB
Usai Badai Sandy, Warga AS Rebutan Mobil
REUTERS
Jakarta - Gelombang badai Sandy terbukti telah memporak-porandakan wilayah pantai timur Amerika Serikat. Ratusan ribu mobil hancur karena badai ini. Akibatnya, selepas badai, mobil pun jadi rebutan. Harga mobil pun naik.

Permintaan mobil terbukti naik selepas badai Sandy menghantam. Hal yang sudah diprediksi analis sebelumnya. Harga mobil, terutama mobil bekas di kawasan itu pun merangkak naik hingga lebih dari US$ 1.000 atau sekitar Rp 9,6 jutaan dari harga normal.

Kenaikan harga itu terjadi karena para warga berbondong-bondong mencari pengganti mobilnya yang hilang atau rusak akibat badai ini.

Diler setempat pun sampai kewalahan dan mencari pemasok mobil dari wilayah Amerika yang tidak terkena badai. Inilah kemungkinan yang menjadi penyebab harga mobil bekas menjadi naik karena para penjual harus mencarinya dari wilayah lain dan mengirimnya ke pantai timur.

Padahal harga mobil bekas di Amerika pada semester satu menurut beberapa analis telah mengalami penurunan, tapi kemudian naik lagi ketika badai menghantam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonathan Banks, seorang analis NADA Used Car Guide mengatakan kalau pihaknya telah mempelajari data dari Badai Katrina yang telah merendam sebagian New Orleans selama beberapa hari di tahun 2005, untuk mengembangkan analisis terhadap efek badai Sandy.

Dan hasilnya, dia mengatakan kalau harga mobil memang rata-rata naik setelah badai berlangsung. Meski begitu, dia memperkirakan meski efek Sandy lebih besar dari Katrina, efek kenaikan harga Sandy diperkirakan hanya 0,5-1,5 persen dari harga mobil. Lebih kecil dari kenaikan harga satu-dua bulan setelah Katrina menghantam yang mencapai angka sekitar 3 persen.

"Kami pikir akan ada menjadi efek, harga akan terpengaruh di seluruh negeri. Apa pun yang mengganggu keseimbangan akan berdampak pada harga. Dalam hal ini, (Sandy) itu akan menjadi penyebab peningkatan permintaan dan penurunan pasokan," jelasnya di autonews.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads