Menurut Suzuki, dengan adanya kebijakan bea masuk nol persen ke Indonesia, maka akan lebih mahal jika haris merakit merakit Swift di Indonesia. Mubazir jadinya.
"Swift diimport dari Thailand. CKD? Saya lihat belum," kata 4W Marketing and Dealer Network Development Director PT Suzuki Indomobil Sales Endro Nugroho di sela-sela test Swift terbaru di Rancamaya, Ciawi, Selasa (13/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang ini karena efisiensi produksi. Antara ASEAN (bea masuknya) nol. Enggak terlalu terbebani karena aturan pajak," tuturnya.
Pabrik Suzuki yang memproduksi Swift terletak di Provinsi Rayong, Thailand. Suzuki menargetkan hasil produksi tahunan sekitar 50.000 unit mobil Swift.
Sementera itu Suzuki sudah meluncurkan New Swift. Untuk Swift GL MT dibanderol Rp 163,1 juta, GL AT Rp 174,1 juta, GX MT Rp 169,6 juta, GX AT 180,6 juta.
Generasi terbaru Swift menggusung mesin 1.373 cc yang juga tertanam di mesin MPV Ertiga. Swift terbaru pun kini lebih banyak fitur ketimbang Swift versi lama salah satunya immobilizer.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir