Meski harga minyak dunia tidak bisa dibilang murah, jangan anggap kompetisi membuat mobil kencang yang haus bahan bakar sudah selesai. Buktinya, Bugatti siap membuat mobil terkencang yang berkekuatan 1.600 bhp.
Mobil terkencang yang sedang dirancang Bugatti adalah penyempurnaan dari Bugatti Veyron Super Sport yang akan diberi nama Bugatti SuperVeyron.
Bila dalam kondisi sekarang saja Bugatti Veyron Super Sport sudah berhasil mempertahankan predikat sebagai mobil terkencang di dunia sejak beberapa tahun lalu, penyempurnaan ini diperkirakan bisa berlari lebih kencang lagi. Dengan begitu, Bugatti akan mempertahankan predikat produsen mobil terkencang di dunia yang saat ini sedang diincar banyak merek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi penyempurnaan mobil ini nantinya akan mampu berlari lebih kencang lagi yakni 463,4 km/jam. Kemampuan itu di dapat berkat mesin W16 yang diracik ulang.
Bugatti SuperVeyron yang kabarnya akan segera diperlihatkan menurut Automobile Magz akan memiliki mesin 8.0 liter atau 9.6 liter yang mampu memuntahkan tenaga hingga 1.600 hp. Sebuah tenaga yang sangat besar.
Dengan tenaga sebesar itu dan aplikasi serat karbon yang lebih ringan, mobil ini diprediksi akan mampu berakselerasi dari dian sampai 100 km/jam hanya dalam waktu 1,8 detik saja.
Bila itu benar-benar bisa dilakukan, maka selain akan menyandang predikat sebagai mobil terkencang, maka akselerasi mobil ini pun bisa dibilang yang tercepat karena mampu menembus angka psikologi 2 detik untuk mencapai 100 km/jam. Saat ini mobil yang bisa melakukan hal itu masih bisa dihitung jari dan rata-rata merupakan mobil modifikasi.
Namun karena ini adalah sebuah mobil super, maka produksinya pun diprediksi akan terbatas dengan harga yang juga bisa dibilang super. Ada kabar mengatakan kalau harganya akan melebihi angka US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 24 miliar.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya