Proton: Masa Depan Lotus Aman

Proton: Masa Depan Lotus Aman

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 24 Okt 2012 17:11 WIB
Proton: Masa Depan Lotus Aman
Jakarta - Produsen mobil Malaysia, Proton yang memiliki merek Lotus menegaskan kalau masa depan Lotus aman. Proton juga mengatakan kalau jiwa Inggris dari sebuah Lotus juga akan terus dipertahankan.

DRB-HICOM yang merupakan pemilik Proton mengatakan kalau Lotus akan tetap diproduksi di tanah Britania. Ini adalah kabar baik bagi 1.189 pekerja Lotus disana.

Sebelumnya tersiar kabar kalau Proton berniat untuk memindahkan produksi Lotus dari Inggris dan menjual Lotus yang tidak pernah memberikannya keuntungan secara finansial. Namun, Proton beberapa kali membantahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lotus adalah merek Inggris dan Hethel (markas Lotus) adalah rumah kami. Lotus tidak hanya penting bagi ekonomi Inggris, tetapi juga bagi daerah sini, di Norfolk," kata pimpinan DRB-HICOM Aslam Farikullah seperti dilansir Autoexpress.

Farikullah juga menegaskan kalau pihaknya berkomitmen untuk mengubah Lotus setelah pemecatan CEO Lotus Dany Bahar dan menghentikan rencana mengeluarkan produk baru seraya meminta Lotus untuk lebih berkonsentrasi pada Elise, Exige dan Evora.

"Kami harus realistis dan mendapatkan dasar-dasar bisnis yang tepat. Kemudian kita akan melihat produk berikutnya. Kami sangat gembira tentang masa depan dan berencana untuk mengembangkan bisnis," ujarnya.

Namun hingga saat ini penjualan mobil Lotus belumlah membaik. Di tanah kelahirannya, Inggris, hanya ada 118 mobil Lotus yang terjual selama sembilan bulan pertama tahun ini. Dan hanya 700 mobil lain di ekspor ke berbagai negara.

Sebelumnya, pada dua tahun lalu, Lotus mengejutkan Paris Motor Show dengan mengumumkan rencana memproduksi lima mobil sport baru yang rencananya akan diproduksi dalam 5 tahun kedepan.

Tapi rencana itu gagal dilakukan seiring dengan masuknya DRB-HICOM ke manajemen Lotus. Tahun ini, merek ini bahkan tidak ikut pameran Paris Motor Show. Padahal kelahiran produk baru dianggap mantan CEO-nya sebagai bentuk meningkatkan daya tarik pembeli.

Selain melahirkan produk baru, mantan CEO Dany Bahar sebelumnya juga berniat memoles Lotus dengan mendekatkan merek ini ke balapan-balapan seperti Formula One dan IndyCar. Lotus adalah pemasok mesin untuk IndyCar untuk musim 2012.

Tapi alih-alih terwujud, CEO Dany Bahar kemudian malah dipecat oleh DRB-HICOM yang kemudian melahirkan sengketa diantara keduanya.

Bahar kemudian menggugat balik DRB-HICOM atas pemecatan tersebut dengan nilai 6,7 juta pounds karena dia menganggap pemecatan itu tidak adil. Selain Bahar, dua manajer senior Lotus juga menggugat.

"Setiap saat saya bertindak dalam batas-batas kewenangan saya atau dengan persetujuan dewan Lotus. Saya percaya saya tidak melakukan kesalahan apa pun," kata Bahar.

Lotus sendiri memang sudah menjadi kontroversi di Proton. Bukan apa-apa, karena Lotus diperkirakan tidak akan memberi keuntungan untuk Proton sejak dibeli pada 1996 hingga 2014 nanti.

Lotus yang dahulu mobilnya digunakan oleh James Bond ini dibeli oleh Proton sejak tahun 1996. Tapi sejak itu hingga saat ini, Lotus tidaklah memberi keuntungan finansial bagi Proton bahkan hingga tahun 2014 mendatang. Rata-rata Lotus hanya mampu menjual sekitar 2.700 mobil saja per tahun.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads