Sentimen anti-Jepang saat ini tengah melanda dataran negeri tirai bambu.
Dilansir China Car Times, banyak diler mobil Jepang seperti Toyota dan Honda yang dibakar. Lebih dari itu, mobil-mobil Jepang pun dibakar di tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi wilayah China yang tidak ada kedutaan atau konsulat Jepang, toko merek Jepang menjadi sasaran.
Ada sekitar 20 persen mobil Jepang di jalanan China. Tapi sentimen yang makin kuat membuat mobil Jepang bahkan tidak mendapat parkir. Ada beberapa tempat parkir yang malah dengan terang-terangan hanya menyediakan parkir untuk mobil-mobil merek China, Korea atau Jerman.
Selain sentimen, hal itu kemungkinan untuk menghindarkan sang pemilik lahan dari serangan para pendemo yang ingin menghancurkan mobil Jepang. Selain menyerang aset asal Jepang, para pekerja asal Jepang dilaporkan juga sempat diserang di Shanghai.
Akibat sentimen anti-Jepang ini pula pabrik mobil merek Jepang seperti Toyota, Honda, Mazda atau Nissan harus membekukan kegiatan produksinya. Penjualan mobil merek Jepang pun anjlok di negara yang memiliki pasar mobil terbesar di dunia itu.
Masalah kedua negara ini sendiri timbul setelah Jepang memutuskan untuk membeli kepulauan yang oleh China disebut kepulauan Diaoyu dan Senkaku oleh Jepang. Pulau itu dibeli dari dana publik senilai 2,05 miliar yen. Langkah Jepang ini ditentang oleh China yang membuat negeri tirai bambu itu mengirimkan kapal patroli ke Laut China Timur.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya