Produsen kendaraan komersial UD Truck menjelaskan kalau tiap pabrikan termasuk pihaknya sudah memiliki varian berbahan bakar gas. Tapi masalahnya, minimnya SPBG menjadi kendala utama kelangsungan hidup kendaraan berbahan bakar gas.
"Kita punya sejak lama. Hanya ketika kita mau masukkan, Jepang periksa CNG kita ternyata kualitasnya belum konstan, jadi kita tidak berani, karena takut malah cepat rusak," kata Marketing Division Head PT Astra Multi Trucks Indonesia, Yunus Sunaryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UD Trucks sendiri sudah merakit berbagai kendaraan di Indonesia dengan kandungan lokal mencapai lebih dari 30 persen, terutama untuk sasis dan body kendaraan.
Produk unggulan UD Truck adalah PK 260 CT yang merupakann head trailer yang sudah menguasai pasar hingga 50 persen sejak 1995. Ada pula CWM 330 HM, CWA 260 S, PK 215 R dan CWA 260 HT.
"Di tiap pelabuhan, entah itu Tanjung Priok atau Tanjung Perak, isinya UD Truck banyak sekali," kata Dandy.
Perusahaan yang kini berada di bawah naungan Volvo tersebut sudah eksis di Indonesia sejak 1984 dan kini sudah memiliki jaringan pemasaran di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dengan 22 cabang.
Sampai Agustus 2012 lalu, Sunaryo menjelaskan kalau sudah ada sekitar 2.400 kendaraan yang telah mereka jual di Indonesia. "Kalau kita nambah sedikitnya 300 tiap bulan maka sampai akhir tahun bisa dapat 3.600," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik