cukup kuat. Segala persiapan dilakukan. Meski begitu, Pertamina mengakui ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk menyukseskan program tersebut.
Gas Director PT Pertamina (Persero) Hari Karyuliarto menjelaskan kalau Pertamina siap mendukung pemerintah untuk menyukseskan program konversi BBM ke BBG yang diinginkan pemerintah.
Pertamina mengatakan kalau target 72 persen angkutan umum akan menggunakan BBG jenis Compressed Natural Gas (CNG) di akhir tahun 2014 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu pemerintah siap mengucurkan Rp 2,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur," ujarnya di seminar the 7th Indonesia International Automotive Conference di IIMS, JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Lebih dari itu, Pertamina menurut Hari juga menyiapkan 14.200 buah konverter kit.
Tapi, ada berbagai tantangan yang harus diperbaiki untuk mencapai tujuan tersebut. Hari menuturkan ada berbagai hal yang harus segera dibenahi seperti kualitas gas hingga sosialisasi mengenai regulasi dan aspek keamanan ketika berurusan dengan gas.
"Masalah distribusi gas juga harus segera diperhatikan," tambahnya.
Urusan harga juga menjadi titik krusial selanjutnya setelah aspek teknis tadi. Sebab, tanpa bantuan pemerintah, harga gas yang saat ini berada di angka Rp 3.100 tidaklah dianggap menarik bila harga premium yang merupakan bahan bakar minyak yang disubsidi masih Rp 4.500.
"Perbedaannya kecil. Ini membuat gas jadi tidak kompetitif," tuntasnya.
Faktor lain yang mungkin mengganggu adalah kenyataan bahwa gas adalah sebuah sumber daya yang tidak terbarukan. Ongkos operasional tangki CNG juga termasuk besar di samping tidak sepenuhnya gas didaya-gunakan oleh industri manufakturing yang ada di Indonesia.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas