"Kita lihat progres dari program green car ini baik. Kita tahu negara butuh kendaraan yang seperti itu, baik yang gunakan listrik atau hybrid sebab akan sangat hemat BBM," ujar SBY dalam pembukaan rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
"Dengan hematnya BBM kita tidak dibebani penggunaan subsidi yang amat berlebihan dan tidak tepat sasaran. Fiskal tidak terganggu dan polusi juga bisa dikurangi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsekuensi dari tidak naiknya harga BBM bersubsidi, maka ada penggunaannya dalam jumlah besar," jelasnya.
Sehingga, sambung SBY akan ada persoalan dengan APBN. Untuk penyesuaian harga ada aturannya melalui proses politik di DPR.
"Solusi strategisnya ke depan penghematan total penggunaan BBM. Perlu inovasi dan penelitian. Pada saatnya kita bisa produksi kendaraan yang amat hemat BBM," ungkapnya.
"Di dalam APEC Rusia, saya sempat bertemu Presiden Korsel. Kepada beliau saya katakan barangkali ada baiknya Korsel kerjasama dalam hal pengembangan kendaraan hybrid. Respon beliau positif. Secara nasional kita mobilisasi semua potensi yang ada. Kita akan kerjasama dengan negara-negara yang punya komitmen tinggi dalam hal green car, termasuk Korsel," tutur SBY.
(hen/syu)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina