Demonstrasi di belasan kota di seluruh China termasuk Beijing, Shanghai dan Guangzhou menyerukan pemboikotan produk Jepang terkait sengketa kedua negara.
Akhirnya, bila merek-merek mobil dari negara Jerman, Amerika dan Korea Selatan mengalami peningkatan hingga 10 persen, merek Jepang malah mengalami penurunan penjualan di pasar terbesar di dunia itu.
Bahkan beberapa diler Toyota di China mengalami kerusakan karena diserang demonstran. Selain Toyota, perusahaan elektronik seperti Panasonic juga mengalami kerugian akibat ketegangan ini.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Chairman Toyota Fujio Cho akan segera datang ke China pada 22 September mendatang untuk mencairkan ketegangan dan menyelamatkan bisnis mereka.
"Chairman Toyota dan delegasi eksekutif dari perusahaan Jepang akan datang secepatnya untuk berbicara baik pada pemerintah China dan konsumen China, tapi belum diketahui apakan konsumen China akan menerima hal itu," tulis China News Service seperti detikOto kutip dari Autonews.
Di sisi lain, COO Nissan Motor Co, Toshiyuki Shiga juga sempat mengatakan kalau ketegangan di China yang menimbulkan sentimen anti-Jepang ini telah membuat pihaknya menghentikan sementara aktifitas penjualan di negara itu.
Masalah kedua negara ini sendiri timbul setelah Jepang memutuskan untuk membeli kepulauan yang oleh China disebut kepulauan Diaoyu dan Senkaku oleh Jepang. Pulau itu dibeli dari dana publik senilai 2,05 miliar yen. Langkah Jepang ini ditentang oleh China yang membuat negeri tirai bambu itu mengirimkan kapal patroli ke Laut China Timur.
Akibat hal tersebut, aksi demonstrasipun merebak dan merupakan aksi demonstrasi yang terbesar sejak kedua negara menormalkan hubungan diplomatik pada tahun 1972.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jepang dan China, kepulauan tersebut juga diklaim sejumlah negara lainnya termasuk Taiwan, dan dua Korea
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?