Jepang-China Tegang, Toyota Rugi

Jepang-China Tegang, Toyota Rugi

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 18 Sep 2012 07:47 WIB
Jepang-China Tegang, Toyota Rugi
Toyota
Tokyo - Ketegangan antara China dan Jepang akibat sengketa wilayah ternyata berdampak buruk bagi Toyota. Bila merek dari negara lain mengalami peningkatan penjualan, merek asal Jepang seperti Toyota harus sendirian merasakan penurunan penjualan.

Demonstrasi di belasan kota di seluruh China termasuk Beijing, Shanghai dan Guangzhou menyerukan pemboikotan produk Jepang terkait sengketa kedua negara.

Akhirnya, bila merek-merek mobil dari negara Jerman, Amerika dan Korea Selatan mengalami peningkatan hingga 10 persen, merek Jepang malah mengalami penurunan penjualan di pasar terbesar di dunia itu.

Bahkan beberapa diler Toyota di China mengalami kerusakan karena diserang demonstran. Selain Toyota, perusahaan elektronik seperti Panasonic juga mengalami kerugian akibat ketegangan ini.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Chairman Toyota Fujio Cho akan segera datang ke China pada 22 September mendatang untuk mencairkan ketegangan dan menyelamatkan bisnis mereka.

"Chairman Toyota dan delegasi eksekutif dari perusahaan Jepang akan datang secepatnya untuk berbicara baik pada pemerintah China dan konsumen China, tapi belum diketahui apakan konsumen China akan menerima hal itu," tulis China News Service seperti detikOto kutip dari Autonews.

Di sisi lain, COO Nissan Motor Co, Toshiyuki Shiga juga sempat mengatakan kalau ketegangan di China yang menimbulkan sentimen anti-Jepang ini telah membuat pihaknya menghentikan sementara aktifitas penjualan di negara itu.

Masalah kedua negara ini sendiri timbul setelah Jepang memutuskan untuk membeli kepulauan yang oleh China disebut kepulauan Diaoyu dan Senkaku oleh Jepang. Pulau itu dibeli dari dana publik senilai 2,05 miliar yen. Langkah Jepang ini ditentang oleh China yang membuat negeri tirai bambu itu mengirimkan kapal patroli ke Laut China Timur.

Akibat hal tersebut, aksi demonstrasipun merebak dan merupakan aksi demonstrasi yang terbesar sejak kedua negara menormalkan hubungan diplomatik pada tahun 1972.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepulauan di perairan China Timur yang tak berpenduduk tersebut terletak di kawasan selatan Okinawa dan utara Taiwan, berada di jalur kunci kapal kargo dan diyakini memiliki cadangan gas yang besar.

Selain Jepang dan China, kepulauan tersebut juga diklaim sejumlah negara lainnya termasuk Taiwan, dan dua Korea

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads