Tes Jalan Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza

Versus

Tes Jalan Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza

Redaksi - detikOto
Selasa, 11 Sep 2012 14:22 WIB
Tes Jalan Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza
Jakarta - Setelah membandingkan fitur-fitur di interior, sistem keamanan dan kisaran kredit, kini saatnya pembuktian jenis low MPV yakni Toyota Avanza, Suzuki Ertiga dan Daihatsu Avanza.

Untuk tes kali ini detikOto menjajal varian-varian atas seperti Avanza Veloz, Ertiga GX dan Daihatsu Xenia Attivo.

1. Toyota Avanza Veloz

Toyota Avanza
Di antara sekian banyak varian Avanza, tipe Veloz merupakan yang tertinggi. Eksteriornya memang lebih berotot dari Avanza kebanyakan.

Perubahan mencolok sangat terlihat terlihat pada tampilan grille, bemper depan dan belakang.

Bila diperhatikan posisi krom pada bagian grille lebih mendominasi dibandingkan dengan sarang lebah miliknya.

Lampu kabut disematkan sejajar di bagian grille bawah. Headlamp juga terlihat lebih meruncing ke atas yang mempertegas sudut pelebaran cahaya.

Selanjutnya lekukan di kap mesin dan tiap sisi tubuh juga terlihat lebih tegas yang ikut memperkokoh tampilan Avanza Veloz terbaru. Begitu juga dengan penambahan lampu sen di tiap sisi kaca spion ikut mempermanis tampilan.

Tampilan eksterior belakang juga tersaji lebih kokoh dari generasi-generasi sebelumnya. Terlihat pada headlamp belakang yang melebar tidak hanya memanjang hingga sisi tubuh Avanza Veloz.

Lampu reflektor yang tersaji di bawah head lamp belakang, terlihat pas dengan lekukan yang mengarah ke dalam. Selajutnya garis tegas juga sangat terlihat pada sisi krom yang terdapat di bawah lambang Toyota.

Sentuhan terakhir bagian eksterior yang menawan terlihat pada pelek yang ditempelkan untuk menopang tubuh Avanza Veloz.

Bagian interior juga tidak kalah elegan seperti yang tersaji pada bagian eksterior. Interior kini bertambah elegan dengan penambahan motif garis-garis di setiap sisi interior. Seperti pada panel entertainment radio/CD/MP3.

Begitu juga dengan tampilan odometer Avanza Veloz bertransmisi matik yang satu ini. Odometer yang kini ditawarkan lebih menarik dengan penambahan warna yang mencolok di setiap sisinya.

Pada bagian setir para pengendara dijamin memiliki kemudahan untuk mengatur 2 DIN audio sistem, steering switch & tilt steering, USB port, metercluster digital, cup holder dan glove box dan driver storage.

Jadi di bagian setir Toyota menempelkan panel yang bisa memudahkan untuk mengatur musik tanpa merusak konsentrasi saat berkendara.

Dan bicara soal mesin All New Avanza Veloz 1.500 cc otomatis 4 kecepatan ini merupakan mobil dengan kapasitas mesin terbesar dibanding lawan-lawannya di Versus kali ini. Pada beberapa kesempatan detikOto, mobil ini di jalanan perkotaan memiliki konsumsi BBM 1:10 untuk transmisi otomatisnya.

2. Suzuki Ertiga GX

Suzuki Ertiga
Setelah merasakan di balik kemudi Toyota Avanza kini saatnya berada di balik kemudi Ertiga GX.

Mobil yang disiapkan sebagai petarung sebanding duo maut Avanza-Xenia ini rupanya cukup diterima masyarakat Indonesia. Meski belum sanggup menjungkalkan keperkasaan Avanza-Xenia di pasar MPV.

Apa yang ditawarkan Suzuki Ertiga, dan seperti apa rasanya?

Bermodal mesin 1.373 cc dengan dimensi lebih panjang dari Avanza dan Xenia, tongkrongan Suzuki Ertiga cukup berbeda. Ruang kabinnya pun terasa lebih besar dari Daihatsu Xenia dan Avanza.

Hal ini terjadi karena kursi di baris kedua Ertiga bisa dimaju-mundur. Namun memang di baris ketiga agak sempit, mereka yang tingginya 170-an pasti akan merasakan lututnya terlalu berdekatan dengan baris kedua.

Dan untuk menjangkau tombol power window tidak sulit, begitu juga tombol electric mirror yang terintegrasi di doortrim pengemudi.

Kekurangannya power window tidak bisa dengan sekali tarik menaikkan kaca. Tombol harus ditarik cukup lama hingga kaca tertutup rapat. Meski demikian untuk menurunkan kaca tetap pencet 1 kali tombol.

Dari aspek visibilitas ke depan sangat luas. Sementara untuk memantau daerah kiri dan kanan terbantu dengan kaca kecil dekat spion.

Nuansa kabin semakin cerah dengan perpaduan 2 warna yakni krem (jok, doortrim, plafon) dan abu-abu di dashbord.

Lebih dalam lagi, Ertiga GX ternyata sudah dilengkapi tilt steering (pengatur naik turun setir) dan audio switch control di kiri kemudi.

Ditambah lagi, MPV Ertiga GX sudah dilengkapi Multi Information Display (MID). Jadi konsumsi BBM, jarak tempuh kendaraan, suhu luar kabin bisa terpantau sangat jelas.

Sedangkan dari segi audio, Ertiga GX sudah terintegrasi 2 DIN CD player. Audio tersebut tersemat apik pada dashbord yang cukup lebar.

Mesin 1.373 cc DOHC pun dinyalakan. Deru mesin tidak sampai ke kabin penumpang. Eits, sebelum memulai perjalanan, sebaiknya atur posisi kemudi, agar lebih nyaman.

MPV Ertiga GX 1.373 cc dilengkapi transmisi 5 percepatan manual. Ketika pedal gas dipijak, mesin dengan tenaga 95 Ps pada 6.000 RPM dan torsi 130 Nm pada 4.000 RPM lumayan responsif.

Akselerasi awalnya pun cukup cepat, dengan perpindahan gigi yang lembut dan minim hentakan. Bahkan ketika diajak di kecepatan di atas 100 km per jam, Ertiga terasa lebih stabil dari pesaing-pesaingnya.

Dengan RPM yang rendah di kecepatan tinggi membuat konsumsi Ertiga cukup irit. Pada pengetesan kami, rata-rata konsumsi BBM-nya mencapai 1:12.

Ketika melibas jalanan rusak dan bergelombang, suspensi depan dan belakang berhasil meredam getaran. Mobil pun tidak terlalu berguncang hebat seperti Avanza-Xenia.

Sayangnya mobil ini tidak memiliki blower tambahan untuk penumpang belakang.

3. Daihatsu Xenia 1.3 R Attivo

Daihatsu Xenia
Xenia Attivo sebagai salah satu keluarga Xenia yang termahal. Apa yang dimiliki mobil ini yang tidak dipunyai lawannya?

Kalau Anda jeli melihatnya, audio Xenia Attivo sudah mengusung audio 2DIN yang bisa disentuh. Nonton DVD atau memutar musik kesayangan pun lebih menyenangkan.

Selain itu, ada pula GPS yang membantu kami jalan-jalan di perkotaan. Mencari tujuan di kawasan Bandung yang belum pernah kami susuri pun jadi gampang saja.

Meski mengusung mesin yang lebih kecil dari pesaingnya, Xenia cukup bertenaga untuk menggendong orang banyak. Dari pengetesan kami Xenia otomatis ini memberikan konsumsi BBM 1:11.

Transmisi otomatis yang diusungnya terasa sangat membantu memberi rasa nyaman pada para pengemudi, terlebih transmisi ini detikOto rasa cukup responsif merespon setiap injakan kaki pengemudi.

Di tengah jalan, detikOto berganti menjadi penumpang untuk merasakan apakah ada perbaikan di sisi kenyamanan penumpang.

Hasilnya, double blower terbukti memberi kesegaran tersendiri, suspensi Xenia pun dirasa sudah banyak berubah, tidak terasa lagi sensasi 'jedak-jeduk' seperti yang dirasakan di Xenia lama ketika melintasi jalan tidak rata ataupun jalan berliku.

Ruang untuk kaki dan kepala juga mendapat perbaikan. Bahkan hingga baris ketiga, bagian yang dahulu merupakan bagian paling tidak nyaman di Xenia, kini memberi hak pada para penumpangnya untuk mendapat kenyamanan serta keamanan.
Halaman 2 dari 4
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads