Berbeda halnya dengan mobil-mobil yang dikeluarkan pabrikan atau Agen Pemegang Merek (APM) pada umumnya, mobil-mobil CBU biasanya lebih variatif meski jumlahnya sedikit. Apalagi aksesoris mobil bisa ditambahkan tergantung kocek yang dimiliki.
Hanya saja, kalau dari sisi harga, mobil-mobil CBU relatif masih lebih mahal daripada mobil biasa, apalagi masalah bengkel service yang terbilang sedikit jumlahnya. Karena memang mereka bermain di pasar yang lebih sedikit. Meski ada hambatan seperti itu, toh mobil-mobil CBU tetap digemari masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menawarkan berbagai merek pabrikan kelas premium, menjadi alasan para importir umum masih mendapatkan penjualan yang relatif stabil.
"Sebenarnya tidak ada pengaruh dari satu merek (pabrikan), meski salah satu APM kendaraan premium itu telah menjual banyak kendaraan mereka. Karena kita tidak mengutamakan satu merek, jadi kita tetap stabil," kata Deska.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik