Fun Kart, Kendaraan dari Besi Bekas

Fun Kart, Kendaraan dari Besi Bekas

- detikOto
Senin, 03 Sep 2012 16:57 WIB
Fun Kart, Kendaraan dari Besi Bekas
Fun Kart (Ikhsan)
Jakarta -

Para siswa dan siswi di Indonesia semakin kreatif saja. Mereka berlomba-lomba berinovasi yang patut diacungi jempol. Seperti para siswa sekolah swasta yakni Sekolah Pembangunan Jaya, Bintaro.

Mereka kini menghasilkan 3 kendaraan empat roda. Ketiga mobil tersebut hasil karya siswa dan School Science Center. Para siswa menyebutnya ini adalah "Fun Kart".

"Ini mobil pertama. Kita mengajarkan bagaimana menjadi seorang entrepreneur di bidang teknologi," kata Kepala Pengelolaan Pendidikan Jaya, R. Tony soehartono di sela-sela peluncuran 3 mobil tersebut di Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Senin (3/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memaparkan 3 Fun Kart itu dibuat untuk memacu para siswa agar lebih kreatif di bidang teknologi Untuk membuat 1 mobil 2 tak 110 cc, 1 mobil bensin 2 tak, dan 1 mobil BBG 4 tak, para siswa dibagi dalam 3 tim kerja dimana 1 tim terbagi dalam 4-6 siswa.

"Sebenarnya ini proyek sejak 5 tahun yang lalu. 5 tahun lalu kita sudah menghasilkan mesin potong rumput. Nah, tahun ini dengan bahan bakar alternatif lain," ujar Tony.

Di tempat yang sama, ketua tim Sandy Dwiputra kelas 2 IPS mengatakan tidak ada kesulitan dalam menghasilkan mobil Fun Kart tersebut.

"Biasanya mobil gokart kecil, tapi ini agak besar. 1 jenis mobil mesinnya mocin 2 tak 110 cc, Suzuki Tornado 110 cc 2 tak (oli dan bensin), dan 1 mesin parutan kelapa 4 tak dengan bahan bakar gas. Yang ini 170 cc," ucap Sandy.

Sandy menuturkan, 1 mobil menghabiskan dana sekitar Rp 6 juta. Dan karena keterbatasan alat, para siswa mengandalkan bengkel las di sekitar sekolah.

"Las yang besar-besar di bengkel, dan yang kecil-kecil seperti breket, mesin, dan rem di sekolah," imbuh anak kelas 2 itu.

Kendaraan siswa Pembangunan Jaya cukup unik. Meski baru konsep, tapi kehandalannya cukup lumayan di medan tanah. Fun Kart tersebut tidak dilengkapoi dengan suspensi. Jadi agak keras jika dikendarai di jalan rusak.

"Memang agak keras karena tidak ada suspensi," tukas Sandy. "Tapi ke depannya saya dan tim akan pasang suspensi biar lebih empuk," yakinnya.

Untuk 1 mobil 2 tak 110 cc diperkuat dengan ban depan Vespa 86 super dengan pelek ring 14 di depan, dan bagian belakang menggunakan ban Bajaj ring 14 tapak lebar.

"Ban nyari di Kebayoran dan besi kebanyakan dari besi bekas yang ada di sekolah," tutup Sandy.

Total untuk satu unit mobil menghabiskan dana sebesar Rp 6 juta.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads