"Pindad tidak ada rencana produksi massal mobil ini (PIEV). Kita hanya membantu menyuplai motor listrik. Dan sebelum suplai ke berbagai perusahaan kita buat mobil contoh," kata Product Development Pindad khusus kendaraan tempur, Sena Maulana kepada detikOto di Bandung.
Nantinya lanjut Sena jika motor listrik buatan Pindad laik, baru mereka bisa memproduksi massal motor listrik di Indonesia. "Kita hanya baru mengadakan motor listrik, ssuplai untuk kendaraan mobnas listrik. Tidak ada rencana produksi massal," tegas Sena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika memenuhi syarat baru semuanya perbanyak untuk mobil listrik," pungkas Sena.
Proses produksi mobil listrik PIEV cukup singkat. Pindad hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk merampungkan mobil tersebut.
Di waktu yang sama, Electric Machinery Services & Manufacture Dept PT Pindad, Andri Setiyoso mengatakan Pindad cukup berinovasi dengan senjata dengan kendaraan tempur.
Dengan alasan biar fokus terhadap berbagai keperluan tersebut. Selain itu dana yang cukup besar untuk produksi mobil listrik juga membuat Pindad tidak tertarik.
"Kita sudah punya kendaraan. Kendaraan perang," canda Andri. "Kita (Pindad) cukup senjata dan tank," tutup Andri.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0