Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan menjelaskan kalau meski ada kebijakan negatif, peluang pasar mobil Indonesia untuk berkembang masih sangatlah tinggi.
"Walaupun banyak badai, angka 1 juta bisa pecah di tahun ini. Apalagi dengan situasi Eropa saat ini membuat Indonesia tetap menjadi pasar potensial dan kita berharap tetap terbesar di Asean," lugasnya.
Johnny lalu mengungkapkan kalau untuk mencapai angka tersebut, titik vital akan ada di bulan Oktober nanti. Penjualan bulan Oktoberlah yang akan menjadi tanda apakah Indonesia akan mampu menembus angka 1 juta unit atau tidak.
"Paling penting kita hadapi semester kedua. Agustus kemungkinan turun karena ada puasa, September lebih-lebih karena sehabis lebaran. Kita bisa berharap di Oktober, November, lalu di Desember kemungkinan juga turun karena ada natal dan tahun baru. Jadi titiknya di Oktober," papar Johnny.
Kebijakan kenaikan uang muka kredit kendaraan bermotor pun menurut Johnny sudah bisa diakali dengan menggunakan lembaga pembiayaan syariah yang tidak terkena kenaikan uang muka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota dari angka itu merebut pangsa pasar sekitar 37,8 persen dengan angka 238 ribu unit.
"Kalau sampai angka psikologi ini tercapai (1 juta unit), ini bagus, karena ini akan bagus untuk citra Indonesia. Indonesia akan makin dipandang sebagai pasar potensial di dunia dan investasi akan berdatangan," pungkasnya di Jakarta.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta