Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ferrari Roemawi mengatakan kalau dirinya sepakat mobil listrik harus segera dikembangkan. Tapi hanya sampai tahap pembelajaran, karena tahap penjualannya dia rasa masih jauh.
"Dalam tataran penelitian itu bagus. Pada titik itu saya setuju. Tapi kalau mau menjual itu cerita panjang, karena infrastruktur belum ada," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan Jakarta. Jakarta itu macet, butuh waktu berjam-jam untuk sampai ke satu tempat, bagaimana kalau baterainya habis sementara tempat pengisian listrik belum ada. Tempatnya kan harus khusus," papar Ferrari.
"Belum lagi masalah spare part, lalu layanan after salesnya. Banyak yang harus dipikirkan," ungkapnya lagi.
Untuk itu, Ferrari pun menyarankan agar pemerintah sebaiknya fokus terlebih dahulu pada mobil dual mesin seperti hybrid. Dia menyarakan agar mobil-mobil ramah lingkungan seperti hybrid dapat diberi insentif pajak agar populasinya makin banyak.
"Pemerintah lebih baik fokus pada hybrid. Beri insentif pajak, dengan catatan 2 tahun harus diproduksi disini," lugasnya.
(syu/ddn)










































