Penjualan mobil-mobil Toyota relatif belum terpengaruh dampak kenaikan kredit. Penjualan mobil mereka di Indonesia pada bulan Juli lalu hanya turun 2,2 persen dibanding bulan Juni 2012.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, menuturkan kendati sempat ada kekhawatiran dari pelaku industri otomotif mengenai DP, masih terlalu dini jika menyimpulkan kebijakan ini tidak berdampak pada pertumbuhan secara keseluruhan.
Menurutnya, seberapa besarnya dampak kenaikan DP baru dapat dikalkulasi setelah sekurang-kurangnya 3 bulan efektifnya kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pertumbuhan yang cukup signifikan di segmen kendaraan niaga tersebut merupakan salah satu indikasi menggeliatnya perekonomian nasional.
Dengan meningkatnya pasar kendaraan niaga, tuturnya, hal itu menandakan adanya peningkatan distribusi komoditas maupun logistik. Artinya, kondisi ini menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.
Sepanjang bulan Juli lalu, Toyota menjual 36.353 unit. Turun 2,2 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 37.176 unit. Angka di bulan Juni merupakan rekor bagi Toyota.
Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan Juli tahun lalu, penjualan mobil Toyota naik 120 persen.
(ddn/ddn)
