"Idealnya, diberi subsidi dan diskon oleh pemerintah guna mengurangi beban konsumen," kata Dasep kepada detikOto di kantor BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Menurutnya pemerintah harus peduli pada kendaraan-kendaraan ramah lingkungan. "Kalau pemerintah care maka mobil ini akan sukses," ujar lulusan ITB ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hilangkan pajak bea masuk jadi 0 persen itu lebih baik, sudah menghilangkan cost," ucapnya.
Ia menambahkan jika industri lainnya disubsidi mengapa PT SAP tidak. Soalnya masyarakat Indonesia menurutnya harus mendapat keadilan yang sama.
"Subsidi harus sama, dan begitu kalau keadilan sama jadi semuanya berkembang," ucapnya.
Menurut Dasep pemerintahan di sejumlah negara maju sudah berani mensubsidi industri otomotif, dan mengapa Pemerintah Indonesia tidak?
"Seperti di AS mencapai Rp 70 juta. Berharap subsidi itu potongan harga kendaraan," harapnya.
Kendati demikian Dasep berkeyakinan perusahaannya bakal memproduksi sendiri komponen-komponen yang selama ini masih impor. Seperti engine dan transmisi. Namun ke depannya ia coba memproduksi sendiri.
"Impor motor listrik dari Amerika. Transmisi masih dari Asia, tapi saya yakin bisa bikin sendiri transmisi dan engine saat nanti, jadi kita tidak bergantungan pada luar. Saat ini lokal konten mobil tersebut masih 50 persen," tutup Dasep.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih