Produsen Mobil Jerman dan Italia Bangkrut

Produsen Mobil Jerman dan Italia Bangkrut

- detikOto
Senin, 09 Jul 2012 14:30 WIB
Produsen Mobil Jerman dan Italia Bangkrut
Artega GT
Jakarta - Eropa sepertinya sedang dilanda masalah. Setelah ekonomi beberapa negara anggota Uni Eropa terganggu, kini produsen mobil sport Jerman yang terpukul dan mengajukan kebangkrutan.

Adalah produsen mobil sport Jerman, Artega yang mengajukan kebangkrutan. Merek ini adalah merek mobil sport berskala kecil yang berbasis di Delbruck.

Kebangkrutan Artega terjadi ketika perusahaan ini tidak bisa mencari investor untuk menghidupi 34 karyawannya. Rencana penjualan perusahaan ke investor Asia pun gagal dilakukan pada menit-menit terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini pengadilan di Jerman sedang menyelidiki hal tersebut dengan meneliti aset-aset yang dimiliki Artega sementara manajemen kembali berjuang untuk mendapatkan investasi baru.

Artega sendiri memiliki dua produk yakni Artega GT yang merupakan mobil sport dengan 300 tenaga kuda dan mobil sport listrik bernama Artega SE yang memiliki kekuatan 380 hp.

Perusahaan ini sekarang juga sedang bekerja untuk menciptakan Artega Targa yang merupakan sebuah mobil sport yang bentuk konsepnya baru pada bulan Maret di perlihatkan di Geneva.

Artega juga sedang sedang mempersiapkan jaringan dealer untuk Austria, Belgia, Perancis, Italia, Luksemburg, dan Belanda.

Dan uniknya, ini bukan kali pertama kelangsungan hidup Artega menjadi tanda tanya. Pada tahun 2010 perusahaan ini juga sempat ingin dibeli oleh investor Meksiko yang juga gagal di menit-menit terakhir.

Produsen mobil Italia Juga Bangkrut

Selain Artega, produsen mobil Italia, De Tomaso juga mengajukan kebangkrutan ke pengadilan Livorno. Ini adalah aplikasi kebangkrutan kedua De Tomaso dalam satu dekade terakhir.

Pengumuman kebangkrutan lahir setelah De Tomaso gagal mencapai kesepakatan dengan kelompok usaha dari China benama Hotyork. Kelompok ini awalnya menjanjikan dana segar bagi De Tomaso namun diskusi putus di menit-menit terakhir.

Untuk mengatasi kebangkrutan ini ini, De Tomaso bahkan menjual lisensi untuk crossover mereka, Deauville di akhir tahun lalu untuk mendapatkan dana hingga 12 juta euro dari perusahaan China yang namanya tidak disebutkan.

Selain itu, De Tomaso juga punya masalah lain yakni masalah pertanggung-jawaban mereka terhadap dana publik Italia yang sempat membantu merek ini dengan dana sekitar 5 juta euro. Tapi setelah diberi bantuan ternyata De Tomaso masih belum juga sanggup mengeluarkan produk baru untuk dijual.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads