Roy Suryo Dukung Wacana Mobil Hybrid dan Listrik

Roy Suryo Dukung Wacana Mobil Hybrid dan Listrik

Syubhan Akib - detikOto
Sabtu, 30 Jun 2012 18:20 WIB
Roy Suryo Dukung Wacana Mobil Hybrid dan Listrik
Jakarta - Pemerintah Indonesia berambisi untuk mempopulerkan mobil ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan mobil listrik. Anggota DPR RI Roy Suryo pun mendukung keinginan pemerintah tersebut.

Anggota DPR RI dari Komisi I, Roy Suryo mengatakan kalau langkah yang diambil pemerintah untuk mempopulerkan mobil ramah lingkungan adalah hal yang bagus mengingat kondisi cadangan minyak Indonesia yang sudah minim.

Lebih dari itu, perkembangan teknologi menurut Roy haruslah disambut baik agar kita tidak ketinggalan di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu adalah ide yang bagus dan perlu di dukung," ujar Roy ketika di temui di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Namun, keinginan untuk mempopulerkan mobil-mobil ramah lingkungan itu menurut Roy perlu memerhatikan beberapa hal.

"Yang pertama tentu saja suplai listrik dan alat charger-nya. Ini harus diperhatikan agar para pemiliknya nanti tidak kesulitan," cetus penggemar mobil Mercy tersebut.

"Kedua teknologi baterai. Kalau pemerintah ingin membuat mobil nasional hybrid atau listrik, teknologi baterai ini juga harus diperhatikan. Ada banyak pilihan baterai, tapi kalau bisa pilih yang bisa menampung daya besar tapi dengan bobot yang tidak berat agar performa kendaraan tidak terganggu," paparnya.

Untuk mobil hybrid, Roy mengakui kalau dirinya berharap anak-anak bangsa bisa berkreasi. Terutama dengan memanfaatkan siraman cahaya matahari di Indonesia yang memang terbilang melimpah.

"Solar panel harus mulai diteliti. Saat ini memang masih kecil daya-nya. Tapi dimasa depan akan terus berkembang. Solar panel bisa ditaruh di atap mobil yang akan membantu memberikan tenaga ke baterai listrik," katanya.

"Eropa memang kemungkinan tidak akan terlalu memperdulikannya, karena kondisi alam mereka beda dengan kita. Disana ada kalanya matahari hanya bersinar 4 jam dalam sehari, jadi tidak bisa diharapkan, sementara disini, matahari bersinar terus menerus dan itu bisa jadi kelebihan kita untuk mengembangkan solar panel," jelasnya panjang lebar.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads