Anggota DPR RI dari Komisi I, Roy Suryo mengatakan kalau langkah yang diambil pemerintah untuk mempopulerkan mobil ramah lingkungan adalah hal yang bagus mengingat kondisi cadangan minyak Indonesia yang sudah minim.
Lebih dari itu, perkembangan teknologi menurut Roy haruslah disambut baik agar kita tidak ketinggalan di masa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keinginan untuk mempopulerkan mobil-mobil ramah lingkungan itu menurut Roy perlu memerhatikan beberapa hal.
"Yang pertama tentu saja suplai listrik dan alat charger-nya. Ini harus diperhatikan agar para pemiliknya nanti tidak kesulitan," cetus penggemar mobil Mercy tersebut.
"Kedua teknologi baterai. Kalau pemerintah ingin membuat mobil nasional hybrid atau listrik, teknologi baterai ini juga harus diperhatikan. Ada banyak pilihan baterai, tapi kalau bisa pilih yang bisa menampung daya besar tapi dengan bobot yang tidak berat agar performa kendaraan tidak terganggu," paparnya.
Untuk mobil hybrid, Roy mengakui kalau dirinya berharap anak-anak bangsa bisa berkreasi. Terutama dengan memanfaatkan siraman cahaya matahari di Indonesia yang memang terbilang melimpah.
"Solar panel harus mulai diteliti. Saat ini memang masih kecil daya-nya. Tapi dimasa depan akan terus berkembang. Solar panel bisa ditaruh di atap mobil yang akan membantu memberikan tenaga ke baterai listrik," katanya.
"Eropa memang kemungkinan tidak akan terlalu memperdulikannya, karena kondisi alam mereka beda dengan kita. Disana ada kalanya matahari hanya bersinar 4 jam dalam sehari, jadi tidak bisa diharapkan, sementara disini, matahari bersinar terus menerus dan itu bisa jadi kelebihan kita untuk mengembangkan solar panel," jelasnya panjang lebar.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi