Mitsubishi yang memiliki mobil listrik i-MiEV pun siap mendukung keinginan SBY tersebut.
Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Rizwan Alamsjah di kantor KTB, Senin (25/6/2012) menjelaskan kalau Mitsubishi sudah sangat siap menyambut kebijakan mobil ramah lingkungan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tertarik. Tapi kan pemerintah sekarang sedang bekerja. Mereka sedang membandingkan dengan negara lain bagaimana memberikan insentif. Kita tunggu saja," ungkap Rizwan.
"Mitsubishi sendiri kan punya mobil listrik dengan pelat hitam pertama di Indonesia," kata Rizwan sambil menunjuk i-MiEV yang ada di lobi kantornya.
"Kita tertarik. Hanya kendala utama di eco car itu kan masalah harga. Kalau di Jepang, mobil ini harganya 4,5 juta yen (Rp 528,38 jutaan), lalu diberi insentif 2 juta yen (Rp 234,8 jutaan). Jadi di sana dijual 2,5 juta yen (Rp 293,5 jutaan). Kita belum tahu kalau kalau di sini bisa dijual di angka berapa. Kita tunggu kebijakan insentif pemerintah saja," papar Rizwan.
Kenaikan DP
Sementara itu, terkait kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan, Rizwan menyebutkan kalau kebijakan itu dipastikan akan berimbas. Hanya saja, seberapa besar imbas itu masih terus dihitung hingga sekarang.
"Masih terlalu dini untuk bicara itu. Karena kebijakan itu kan baru diberlakukan 15 Juni, mungkin baru dalam 2-3 bulan akan terasa. Kalau ditanya Juni, belum terlalu kelihatan," tandasnya.
Rencana kenaikan ambang batas DP sendiri akan mulai diberlakukan pada 15 Juni 2012. Ketentuan itu lahir setelah Bank Indonesia (BI) membatasi uang muka (down payment/DP) kredit motor minimal 25 persen dan mobil 30 persen untuk pengajuan kredit kendaraan di perbankan.
Kementerian Keuangan kemudian menyusul membatasi DP kredit kendaraan di perusahaan multifinance atau leasing minimal 20 persen untuk motor dan 25 persen untuk mobil yang juga berlaku mulai 15 Juni.
Meski begitu, Mitsubishi menurut Rizwan belum akan melakukan koreksi terhadap target penjualan mereka di Indonesia. Bila di 2011 mereka sanggup melepas 134 ribu kendaraan, tahun ini mereka menargetkan mampu melepas 140 ribu kendaraan.
"Kita belum lakukan koreksi, karena kita masih wait and see. Sampai akhir Mei saja kita sudah jual 61 ribu," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3