Ide membuat zebra cross portable ini sendiri datang dari Inggris setelah para orangtua mengkhawatirkan keselamatan anak mereka ketika menyeberang jalan yang sibuk dekat sekolah mereka.
Para orangtua di Kingston Thames pun meminta pemerintah untuk membuatkan zebra cross di sekitar sekolah agar mobil-mobil jadi lebih waspada dan mengurangi kecepatan mereka ketika mendekat dan anak-anak bisa menyeberang dengan selamat.
Namun, alih-alih disetujui, permintaan para orangtua itu ditolak atas dasar biaya. Sebab menurut lembaga terkait, pembuatan zebra cross di persimpangan sekitar sekolah membutuhkan biaya hingga 114.000 pounds atau sekitar Rp 1,6 miliar. Sebuah harga yang mahal.
Akhirnya, para orangtua pun memutar otak agar zebra cross mampu hadir di sekitar sekolah anak mereka dan pop-up zebra cross pun tercipta. Zebra cross portable ini dibuat sederhana menggunakan bahan seperti kain yang bisa dipasang dan dilepas hanya dalam waktu kurang dari 1 menit.
Dari jauh, mobil yang mendekat akan berpikir kalau itu adalah zebra cross sungguhan dan mereka pun memperlambat mobilnya.
"Idenya mungkin lucu, tapi masalah ini serius dan mematikan. Dengan lebih dari 2.000 anak tewas atau terluka parah setiap tahun di jalan-jalan kita, orang tua seharusnya tidak perlu 'bertempur' untuk memiliki zebra cross asli," ujar juru bicara Environmental Transport Association (ETA) Yannick Read yang ada di belakang ide ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini