Soal Hybrid, RI Ketinggalan dari Malaysia dan Thailand

Soal Hybrid, RI Ketinggalan dari Malaysia dan Thailand

Muhammad Ikhsan - detikOto
Rabu, 20 Jun 2012 16:24 WIB
Soal Hybrid, RI Ketinggalan dari Malaysia dan Thailand
Honda Civic hybrid 2006 (Dadan)
Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah gencar agar produksi mobil hybrid dilakukan di Indonesia. Indonesia ternyata tertinggal jauh dari negara tetangga Malaysia dan Thailand dalam hal teknologi hybrid.

Padahal Indonesia dinilai oleh Direktur Marketing and After Sales Service PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mempunyai potensi dalam pengembangan mobil hybrid yang bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sejak dulu.

"Hybrid mulai terkenal 90-an. Saya rasa Indonesia punya potensi paling besar. Sayang kita sebenarnya ketinggalan dari Malaysia dan Thailand. Kalau masalah teknologi kita ketinggalan," kata Jonfis kepada detikOto di sela-sela peluncuran All New Civic di Pasific Place, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut Jonfis tidak ada kata terlambat. Ini teknologi baru yang harus dikembangkan di Indonesia jika ingin menekan penggunaan BBM.

"Namun ini menarik dan teknlogi baru serta menjadi tren di dunia, dan terbukti efisien," ucapnya. Ia pun percaya mobil hybrid akan berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini produsen mobil Toyota yang tertarik memproduksi mobil hybrid di Indonesia. Pemerintah pun tengah menggodok insentif pajak mobil hybrid agar harga mobil hybrid lebih terjangkau masyarakat Indonesia. Jika tidak ada halangan, Honda segera menyusul produksi mobil hybrid di Indonesia.

Kendati demikian Jonfis agak pesimis penggunaan bahan bakar minyak Indonesia turun drastis jika hanya 1-2 produsen yang memproduksi mobil hybrid di Indonesia.

Ia menilai untuk menekan konsumsi BBM setidaknya harus lebih dari 2 produsen mobil yang produksi hybrid di Indonesia. Dan itu baru dinilai efektif. Soalnya pemborosan BBM terbesar salah satunya disebabkan oleh kendaraan bermotor.

"Ini tidak akan mulus kalau tidak ada dukungan. Kalau yang bermain 1-2 ATPM itu enggak ada apa-apanya," pungkas Jonfis.

Terkait dengan rencana pemerintah soal produksi hybrid di Indonesia, Honda sendiri menyatakan kesiapannya. "Line-up hybrid di Honda cukup banyak. Tapi belum tahu kapan produksi di Indonesia, sekarang belum memutuskan," tutupnya.



(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads