Padahal Indonesia dinilai oleh Direktur Marketing and After Sales Service PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mempunyai potensi dalam pengembangan mobil hybrid yang bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sejak dulu.
"Hybrid mulai terkenal 90-an. Saya rasa Indonesia punya potensi paling besar. Sayang kita sebenarnya ketinggalan dari Malaysia dan Thailand. Kalau masalah teknologi kita ketinggalan," kata Jonfis kepada detikOto di sela-sela peluncuran All New Civic di Pasific Place, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ini menarik dan teknlogi baru serta menjadi tren di dunia, dan terbukti efisien," ucapnya. Ia pun percaya mobil hybrid akan berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini produsen mobil Toyota yang tertarik memproduksi mobil hybrid di Indonesia. Pemerintah pun tengah menggodok insentif pajak mobil hybrid agar harga mobil hybrid lebih terjangkau masyarakat Indonesia. Jika tidak ada halangan, Honda segera menyusul produksi mobil hybrid di Indonesia.
Kendati demikian Jonfis agak pesimis penggunaan bahan bakar minyak Indonesia turun drastis jika hanya 1-2 produsen yang memproduksi mobil hybrid di Indonesia.
Ia menilai untuk menekan konsumsi BBM setidaknya harus lebih dari 2 produsen mobil yang produksi hybrid di Indonesia. Dan itu baru dinilai efektif. Soalnya pemborosan BBM terbesar salah satunya disebabkan oleh kendaraan bermotor.
"Ini tidak akan mulus kalau tidak ada dukungan. Kalau yang bermain 1-2 ATPM itu enggak ada apa-apanya," pungkas Jonfis.
Terkait dengan rencana pemerintah soal produksi hybrid di Indonesia, Honda sendiri menyatakan kesiapannya. "Line-up hybrid di Honda cukup banyak. Tapi belum tahu kapan produksi di Indonesia, sekarang belum memutuskan," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi