Sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar, potensi pasar mobil Indonesia memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Itu pula yang menjadi alasan Peugeot mempelajari kemungkinan merakit mobil seperti 3008 atau 5008 di Indonesia.
"Kita sedang pelajari itu. Sebab kalau masih seperti sekarang (mengimpor mobil secara CBU), akan sulit karena pajak besar," ujar CEO PT Astra International Peugeot Constantinus Herlijoso di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah, bila bisa merakit mobil di Indonesia, kemungkinan harga jual mobil pun akan bisa diturunkan. "Kita harusnya main di segmen medium, tapi karena pajak-pajak yang tinggi, kita jadi seperti premium," akunya.
Untuk itu dirinya pun berharap studi yang sedang mereka lakukan kini akan bisa segera menghasilkan rekomendasi untuk segera mulai merakit mobil disini.
"Kalau jadi kemungkinan (proses perakitan) di Gaya Motor," ujarnya merujuk pada fasilitas produksi yang ada di utara Jakarta yang saat ini merakit banyak mobil dari berbagai merek semisal BMW.
Untuk kapasitas produksinya, bila jadi merakit di Indonesia, fasilitas perakitan Peugeot itu harus bisa merakit setidaknya 1.000 mobil dalam setahun.
"Kita memang tidak hitung tahunan. Tapi berapa mobil yang bisa dirakit dalam 5 tahun. Itu minimal harus mencapai 5.000 unit," paparnya.
Bila itu dilakukan, harga mobil Peugeot yang dirakitkan di Indonesia pun kemungkinan akan bisa diturunkan jadi lebih rendah dibanding mengimpornya langsung dari Prancis. "Kalau dirakit disini, kalau kita simulasikan bisa turun 15-20 persen," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu