Cukup Sejam Perbaikan Sirion dan Gran Max

Cukup Sejam Perbaikan Sirion dan Gran Max

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 29 Mei 2012 14:06 WIB
Cukup Sejam Perbaikan Sirion dan Gran Max
Jakarta - Dua model andalan Daihatsu di Indonesia, Sirion dan Gran Max ditarik karena berpotensi memiliki masalah. Namun Daihatsu berjanji kalau masalah di kedua model ini bisa diselesaikan dalam waktu 1 jam saja.

Technical Service Division Head PT Astra Daihatsu Motor Ahmad Syaufi menjelaskan kalau ada 51.930 unit Gran Max dan Sirion terkena kampanye recall kali ini yang didasarkan pada hasil evaluasi Daihatsu Motor Company (DMC), Jepang, pada salah satu bagian part kendaraan Daihatsu Gran Max dan Sirion.

Untuk Daihatsu Gran Max, sesuai evaluasi DMC Jepang, terdapat kemungkinan munculnya potensi keretakan pada bagian dudukan ban cadangan yang terletak pada bagian belakang bawah kendaraan.

Seiring dengan bertambahnya usia pemakaian kendaraan apalagi jika kendaraan sering digunakan pada jalan yang kasar, pada kondisi terburuk dudukan ban cadangan dapat terjatuh sehingga dapat membahayakan pengendara lainnya.

Meskipun demikian untuk mencegah terjadinya kondisi terburuk, Daihatsu akan melakukan pemeriksaan pada semua unit Gran Max dan melakukan penggantian komponen dudukan ban cadangan secara gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan berbahaya kalau ban itu jatuh dan berpotensi juga membahayakan pengendara jalan lain (di belakang mobil). Saya garis bawahi kalau sejak pertama kita produksi di 2007, di Indonesia belum ada kejadian," tegas Syaufi.

Untuk melakukan perbaikan tersebut, para pemilik Gran Max hanya perlu membawanya ke bengkel dan akan diperiksan serta di perbaiki dalam waktu hanya 1 jam.

"Pertama proses pengecekan, perbaikan dan penggantian itu semua selesai dalam waktu 60 menit," imbuhnya.

Adapun jumlah unit Gran Max yang teridentifikasi dalam program ini sebanyak 36.988 unit Gran Max Pick Up (GM PU) yang diproduksi sejak tahun 2007 sampai dengan 15 Oktober 2010 dan sebanyak 11.715 unit Gran Max Mini Bus (GM MB) dan Blind Van (GM BV) produksi tahun 2007 sampai dengan 23 Oktober 2008.

Sedangkan pada Daihatsu Sirion, hasil pengecekan DMC menemukan adanya tetesan air yang keluar dari selang pembuangan air A/C yang menetes mengenai bagian luar steering rack.

Dalam jangka panjang hal ini berpotensi menimbulkan karat dan pada kondisi terburuk fungsi steering rack dapat terganggu.

Namun Daihatsu mengklaim kalau sejak diperkenalkan di Indonesia tahun 2008 hingga saat ini, tidak pernah ditemukan kerusakan steering rack karena karat.

Jumlah unit Sirion yang terlibat sebanyak 3.227 unit yang diproduksi sejak Januari 2008 sampai dengan Maret 2011. Daihatsu akan mengganti selang pembuangan air A/C dengan part improvement sehingga tetesan air A/C tidak lagi mengenai steering rack.

"Sejak kita launching Sirion di awal 2008 belum ada satu kejadian pun. sama seperti Gran Max tadi, belum ada kejadian. Tapi kita tetap recall untuk menjamin kepuasan pelanggan," jelas Syaufi.

"Untuk itu kita akan lakukan pengecekan dan pengerjaan perbaikan yang perlu waktu 50 menit saja," lugasnya.

Untuk melakukan perbaikan para pemilik Gran Max dan Sirion diminta untuk menghubungi Daihatsu Access (Kode Area) 500898 untuk mengatur jadwal pemeriksaan ke bengkel terdekat dan tidak dikenai biaya apapun alias gratis baik untuk pemeriksaan maupun penggantian part recall tersebut.

Dan program ini menurut Syaufi akan berlangsung selama 1 tahun, sejak hari ini 29 Mei 2012 hingga 28 Mei 2013.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads