Di Indonesia, 70 persen penjualan mobil nasional disesaki oleh mobil Rp 200 juta ke bawa. Kendati demikian Chrysler enggan bermain di ceruk pasar tersebut demi pamor.
"Enggak lah, kita tetap pertahan mobil premium," kata Managing Director Chrysler Indonesia, Muhammad Al Abdullah di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang mobil Rp 400 jutaan dianggap biasa dan tidak mahal," kicau Memed. "Kalau mobil menengah ke bawah begitu bunga naik langsung ada pengaruh. Coba kalau segmen premium, tidak," lanjutnya.
Pria berkacamata itu pun memproyeksikan meski Chrysler dan Fiat telah bergabung, namun tetap saja Chrysler tidak mungkin memproduksi mobil murah dengan kapasitas mesin kecil. Paling hanya menurun kapasitas mesin, itu pun mengandalkan Fiat.
"Chrysler akan kuatin segmen premium. Memang mulai memangkas kapasitas mesin, hingga ke 3.000 cc tapi hanya sebatas itu," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil