"Bentuk insentif belum, nantinya harga akan lebih miring, walaupun nggak bisa normal seperti mobil yang memakai BBM murni," kata Menperin MS Hidayat saat dihubungi detikOto, Jumat (11/5/2012).
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan alasan pemerintah ingin mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri karena sejalan dengan program pemerintah melakukan penghematan BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk bisa memproduksi mobil jenis ini di Indonesia butuh 1-1,5 tahun lagi.
"Kalau untuk bisa diproduksi nasional perlu persiapan 1 sampai 1,5 tahun, selama tenggang waktu itu bisa diberikan insentif, agar harganya bisa turun," katanya.
Menurut Hidayat, dengan teknologi yang ditawarkan maka saat ini harga mobil hybrid lebih mahal hingga 40% dibandingkan dengan mobil konvensional. Ia berharap setelah adanya proses produksi di dalam negerinya paling tidak bisa mendekati harga mobil konvensional yang memakai BBM.
Menurutnya saat ini produsen otomotif yang tertarik mengembangkan mobil hybrid adalah Toyota, namun pemerintah juga membuka kesempatan bagi prinsipal lain yang berminat. Saat ini Toyota memiliki beberapa mobil hybrid diantaranya Toyota Prius, Toyota Camry Hybrid.
"Prius saja 1.800 cc, itu saja, menurut saya. Menurut saya mobil ini bisa untuk semua orang harganya Rp 500 juta. Ini juga karena segmen 1.500-1.800 cc paling terbesar pasarnya di Indonesia," katanya.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?