Mesin yang dimaksud tak lain adalah mesin generasi terbaru SKYACTIV yang mengusung 4 elemen (bodi, sasis, mesin, dan transmisi).
Hal tersebut disampaikan Manager SKYACTIV Mazda Motor Indonesia Corporation, Susumu Niinai di sela-sela bedah teknologi Mazda CX-5 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Jumat (11/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mazda akan mengembangkan mobil tersebut soalnya dari segi bobot, efisiensi bahan bakar dan kekuatan yang berkesinambungan bisa menorehkan hasil sekelas mobil hybrid.
Seperti konsumsi BBM Mazda CX-5 yang mencapai 1 liter untuk menjangkau jarak tempuh 16 km. Nantinya di 2016, 80 persen dari total mobil Mazda akan disesaki oleh Mazda Skyactiv.
"Mobil SKYACTIV contohnya dari bobot lebih ringan 15 persen, material bahan juga lebih baik. Sedangkan konsumsi BBM lebih irit dari mobil biasanya," ujar Niinai.
Sementara itu Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani mengatakan masih banyak cara untuk menciptakan mobil hemat bahan bakar minyak seperti yang direncanakan produsen mobil global.
"Masih banyak jalan menuju Roma, sebuah produsen mencpitakan hybrid untuk mencapai fuel efisiensi, dan di Mazda menciptakan mesin hemat bahan bakar yakni dengan SKYACTIV dan kita pun berhasil mecapai tujuan itu (efiseinsi). 90 persen dari total mobil di dunia itu mesin konvensional," tutup Astrid.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?