Tantangan itu adalah memproduksi massal mobil listrik yang kalau dihitung-hitung sekarang sangat tidak menguntungkan.
Karena itulah, keduanya kini mengenyampingkan dulu semua perbedaan dan bergabung dalam proyek membangun mobil listrik untuk perkotaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, memproduksi mobil listrik yang ringan untuk dikendarai di dalam kota dan memenuhi standar keselamatan.
"Mobil listrik sebelumnya hanya menawarkan keamanan tingkat rendah karena itu tidak bisa dipasarkan. Mobil listrik yang mengambil dasar dari mobil bensin selalu terlalu berat dan baterainya mahal," demikian bunyi siaran pers.
Karena itulah, mobil listrik buatan Mercy dan BMW ini direncanakan bisa memiliki tenaga sampai 20 tenaga kuda dan memiliki berat cuma 400 kg saja. Hampir sama dengan berat motor Harley-Davidoson.
Sebelumnya TUM pernah mengusung konsep yang dinamakan Mute. Mobil ini memiliki baterai ion lithium ion yang memiliki jarak jelajah 100 km dengan kecepatan maksimum 120 km per jam.
Di luar proyek Visio.M, baik BMW dan Mercy masing-masing memiliki mobil listrik sendiri. BMW berjibaku dengan model 'i' sementara Mercy sudah bersiap meluncurkan Mercy SLS AMG e-Cell. Varian listrik dari si gullwing SLS AMG.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?