Menteri ESDM Jero Wacik sebelum pertemuan direksi Astra dengan Presiden SBY di Istana Negara mengatakan kalau pemerintah siap melakukan penghematan besar-besaran untuk mengurangi pengeluaran negara.
"Ini prosesnya dimulai dari Saya umumkan soal penghematan besar-besaran," kata Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu tujuannya, nanti kita lihat perkembangannya," papar Jero.
Selain melihat sepak terjang grup Astra di industri otomotif Indonesia dan kesiapan teknologi hybrid yang mereka miliki, pemerintah pun menurut Jero meminta Astra membantu pemerintah menyukseskan program konversi BBM ke BBG yang akan segera dilakukan.
"Yang kedua, bengkel Astra yang berserakan di seluruh indonesia saya minta mempersiapkan buat pemasangan konverter kit, sehingga semua mobil Astra sudah mulai bisa nanti dipasang converter kit. Pindah ke gas," imbuh Jero.
"Ke depan saya mengharapkan mobil yang diproduksi Astra sudah dual, ada converter kit dan BBM. Jadi boleh pake dua-duanya. Nanti kita tanya ke Astra mulai kapan bisa diproduksi. Kita juga minta merk yang lain. Nanti Semua merk mobil yang ke indonesia sama-sama berpikir demikian. Jangan nanti pemerintah sudah mencanangkan konvensi dari BBM ke gas yang lain terus tidak ikut. Ini kelihatannya akan terus bergulir," jelas Jero.
Pada kesempatan ini sendiri SBY akan mendengarkan persentasi dari Toyota terkait teknologi hybrid pada Prius dan Camry Hybrid. Kedua mobil tersebut adalah mobil yang mengusung dual mesin yang memadukan antara motor listrik dan mesin bensin.
Di Indonesia Astra tercatat menjadi pemegang merek 2 merek terkenal yakni Toyota dan Daihatsu. Bila digabung, kedua merek ini menguasai 55 persen dari pasar mobil yang ada di Indonesia. Sedangkan di segmen roda dua, Astra memiliki Honda yang juga menguasai lebih dari setengah pasar motor yang ada.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun