Iran Siap Kembangkan Mobil Listrik

Iran Siap Kembangkan Mobil Listrik

- detikOto
Selasa, 08 Mei 2012 13:30 WIB
Iran Siap Kembangkan Mobil Listrik
foto: inautonews
Jakarta - Bila selama ini berita-berita seputar Iran terus saja berkutat di kontroversi energi nuklir, di sektor otomotif Iran ternyata siap membuat gebrakan. Bila Indonesia masih berwacana untuk memproduksi mobil listrik, Iran dikabarkan telah siap melakukannya.

Indonesia lewat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berniat untuk mengembangkan mobil listrik agar negara kita bisa mengurangi ketergantuan pada minyak bumi yang harganya makin tinggi dengan cadangan yang terus menipis.

Tapi Iran ternyata sudah siap melakukannya. Deputy director Iran Environment Protection Organization (IEPO) Ali Mohammad Shaeri seperti dilaporkan Press TV mengatakan bahwa Iran siap memproduksi mobil listrik dengan bantuan dari China untuk mereduksi polusi udara yang menjadi momok banyak kota besar di dunia termasuk ibukota Iran, Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerja sama antara Iran dan China dalam pengembangan mobil listrik ini akan dimulai di bawah kesepakatan yang ditandatangani oleh delegasi Iran dan para pejabat China di sela-sela kunjungan delegasi Iran ke unit industri yang bergerak dalam bidang produksi kendaraan elektronik di Shanghai.

Shaeri juga mengatakan kalau saat ini ada lebih dari 10.000 minibus usang yang mewarnai jalan-jalan Iran dan karenanya harus diremajakan dengan sebuah teknologi ramah lingkungan yang bisa diproduksi massal. Teknologi listrik untuk kendaraan umum pun dianggap sangatlah penting.

Di Teheran saja, penelitian Iran Air Quality Control Co menyebutkan kalau mobil menghasilkan sedikitnya 4.400 ton polusi udara sehari.

Dunia otomotif Iran seperti halnya dunia politik terus begejolak. Badan United Against a Nuclear Iran (UANI) saja terus mengkampanyekan agar merek-merek mobil asing di Iran untuk keluar dari Iran sebagai bentuk protes terhadap rezim di Iran yang ngotot dengan tenaga nuklir.

Merek mobil seperti Porsche dan Toyota juga telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengiriman kendaraan ke Iran karena sanksi internasional terhadap bangsa ini. Sedangkan Peugeot yang populer di Iran juga telah mengumumkan bahwa mereka berhenti mengirim komponen CKD ke Iran meski belum sepenuhnya menghentikan kegiatan bisnis mereka disana.

(syu/ddn)

Berita Terkait