Ratna Kartono pemilik Mercy C200 selama hampir 3 tahun lamanya mengeluhkan kabin penumpang mobilnya bau. Ia sudah berulang kali masuk bengkel resmi Mercedes-Benz untuk menghilangkan bau tersebut, tapi tak kunjung hilang.
Bengkel resmi Mercedes-Benz di Jakarta itu rupanya sudah memberikan service gratis hingga menghabiskan puluhan juta untuk membantu meringankan beban ibu 2 anak itu.
Berbagai cara dilakukan pihak bengkel, mulai perbaikan hingga pergantian komponen untuk menghilangkan bau tak sedap tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, masa garansi mobil masih berlaku, Ratna tak perlu membayar biaya service. "Untung mobil ini masih dalam masa garansi," kata Ratna ketika ditemui detikOto.
Ratna tidak habis pikir, kenapa mobil Mercy mewahnya itu tidak berhasil disembuhkan bau menyengatnya.
"Saya pikir kita hanya dijadikan kelinci percobaan. Mobil sudah keluar masuk bengkel dibenerin sana-sini dan dikembalikan ke kita lagi. Banyak yang diganti tapi bau enggak hilang-hilang," kata suami dari Ratna, kepada detikOto.
Menurut suaminya ini sangat tidak wajar. Bahkan untuk menyelesaikan masalah ini hingga bertahun-tahun sangat tidak masuk akal.
Dalam hal industri otomotif lanjutnya, wajar jika ada beberapa unit mobil bermasalah, dan kendaraan itu sudah sampai ke tangan konsumen. Tapi alangkah baiknya selaku produsen mobil segera membenahi kerusakan tersebut, dan jangan sampai merugikan konsumen.
"Yang kita inginkan hanya masalah satu itu aja, bau," urainya.
Sementara Ratna merasa masalah ini tidak perlu ke ranah hukum. Menurutnya ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kita tidak ingin sampai ke meja hijau. Kita bisa saja panggil pengacara dan tuntut Mercedes-Benz seperti ramai pemberitaan kemarin di detikcom. Tapi saya tidak ingin sampai ke sana. Jika memang masalah ini selesai ya sudah. Kita juga bersyukur," pungkas wanita lulusan Hukum salah satu Universitas Swasta di Jakarta itu.
Department Manager, External Affairs & Public Relation PT Mercedes-Benz Indonesia, Dwi Parileksono kepada detikOto sebelumnya menuturkan pihaknya belum mendapatkan laporan soal kasus Mercy ini sehingga tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi