Konsumen Mercy Keluhkan Bau Menyengat

Konsumen Mercy Keluhkan Bau Menyengat

- detikOto
Rabu, 02 Mei 2012 12:23 WIB
Konsumen Mercy Keluhkan Bau Menyengat
Jakarta - Kasus konsumen tidak puas dengan pelayanan produsen mobil kembali terulang. Kali ini datang dari Ratna Kartono pemilik mobil mewah Mercedes-Benz C200 Kompressor W204 CKD. Kabin penumpang mobil asal Jerman tersebut mengeluarkan bau menyengat.

Hingga kini, bau pada kabin penumpang tak kunjung hilang sejak mobil tersebut dibelinya pada Agustus 2009 silam.

"Saya aneh dengan bau menyengat ini enggak hilang-hilang. Saya beli mobil ini pada 2009 sampai sekarang baunya enggak hilang. Padahal 5 mobil saya lainnya tidak sebau itu," keluh Ratna ketika dikunjungi di Apartemen ITC Roxy Mas, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ratna, ketika mobil dijalankan selama 30 menit, bau menyengat di kabin penumpang bertambah parah. Untuk membuktikan bau itu detikOto pun langsung mencobanya berkeliling selama 30 menit. Benar saja, bau tersebut tidak hilang bahkan bertambah parah.

"Kondisi ini sangat tidak nyaman. Saya mual dan pusing-pusing dengan bau ini. Bahkan saya bisa pingsan karena bau ini kalau lagi jalan," tuturnya.

Ratna sendiri sudah mencoba membawa mobil berwarna hitam itu ke bengkel tempat ia membeli mobil yakni diler resmi Mercedes-Benz PT Adedanmas di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Namun masalah bau di kabin mobil tak terselesaikan.

Tidak hanya itu, mobil Mercy C200 Kompressor W204 CKD itu pun ia coba bawa ke bengkel resmi Mercedes-Benz lainnya yakni Dipo. Lagi-lagi keluhan bau pada kabin penumpang tidak kunjung usai.

Karena tak putus asa, Ratna pun mencoba berbagai cara dengan meletakkan kopi, daun pandan dan pengharum ruangan mobil. Lagi-lagi cara itu tidak membuahkan hasil.

"Berbagai cara sudah dilakukan pihak bengkel tapi alhasil baunya tidak hilang-hilang saya amat teramat kesal. Sudah pakai kopi, daun pandan, pewangi ruangan, tapi enggak hilang," pungkas wanita asal Kalimantan itu.

Ia sangat kesal dengan kejadian ini. Selama hampir 3 tahun ia menahan rasa kesal tersebut. Kekesalannya bertambah ketika tak satu pun bengkel Mercedes-Benz bisa menghilangkan bau tersebut

Padahal lanjutnya, mobil sudah sering keluar masuk bengkel Mercy. Bahkan sampai menginap.

Hingga pada waktunya pihak bengkel menyarankan mobil untuk menginap di diler Adedanmas pada Februari 2012. Yang katanya pihak Mercy akan melakukan perbaikan dengan melakukan pergantian beberapa komponen seperti kulit jok. Kulit jok depan dan belakang diganti, karpet, dan komponen air conditioners juga diganti, namun hal itu tidak membantu. Terhitung sudah 10 kali lebih mobil tersebut bolak-balik bengkel.

"Awal 2012 mobil menginap di bengkel selama hampir 80 hari. Katanya diperbaiki, tapi saya tidak tahu apa benar. Saking lamanya saya hampir lupa kalau mobil saya ada dibengkel. Itu pun saya diingatkan oleh supir saya kalau mobil masih di bengkel," cetusnya dengan nada kesal.

Ia pun naik pitam. Dan menuduh pihak diler tidak melakukan sebagaimana mesti sebagai produsen mobil. "Sebenarnya bengkel itu betulin apa tidak sih," tanyanya.

Karena masalah bau tak kunjung selesai, pihak bengkel pun menyarankan untuk membawa mobil kembali ke bengkel Mercy Adedanmas pada 26 April 2012. Namun karena ia tahu masalah ini tidak akan selesai, ia pun menolak saran bengkel.

"Kamis lalu saya ditelepon dan suruh bawa mobil ke bengkel lagi. Saya enggak mau. Sudah hampir 80 hari di bengkel, masak sekarang mau ke bengkel lagi," pungkasnya.

Ia pun berharap, pihak diler dan produsen mobil Mercedes-Benz bertanggung jawab atas kejadian ini.

"Saya hanya ingin bau di mobil itu hilang. Saya tidak minta macam-macam, hanya mau bau itu hilang," tutupnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI), pemegang merek Mercy di Indonesia itu mengaku sama sekali tidak tahu kasus tersebut.

"Belum dengar cerita itu. Pihak Adedanmas belum ngomong ke kita tapi enggak tahu kalau sama orang service," aku Department Manager, External Affairs & Public Relation PT Mercedes-Benz Indonesia, Dwi Parileksono kepada detikOto.

Pria yang akrab disapa Fedy itu menjelaskan ia belum bisa berkomentar soal tersebut. "Saya belum bisa kasih tanggapan," ucapnya.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads